Sinergi kebijakan antara otoritas moneter dan pemerintah juga menjadi motor utama pembalikan arah pasar saham.

Namun, hasil evaluasi aksesibilitas pasar MSCI dan keputusan peringkat S&P tetap menjadi faktor penentu utama arah pasar ke depan.

Nafan menyarankan investor untuk memprioritaskan saham dengan fundamental kokoh, valuasi murah, dan tanda pembalikan tren.

Disiplin dalam manajemen risiko dan membatasi posisi agresif menjadi langkah krusial menjelang rilis data ekonomi.

Nico menyarankan pelaku pasar yang telah mengamankan posisi dari level jenuh jual untuk melakukan aksi ambil untung secara bertahap.

Bagi yang belum masuk, lebih baik menunggu kepastian hasil pengumuman terlebih dahulu.

Nafan memproyeksikan support IHSG jangka pendek di kisaran 6.178 dan 6.058, dengan resistance pada 6.287 hingga 6.516.

Rupiah diprediksi bergerak di rentang Rp 17.553 hingga Rp 17.836 per dolar AS.

>>> Argentina Hancurkan Aljazair 3-0, Hattrick Messi Jadi Mimpi Buruk Luca Zidane

Nico memprediksi IHSG akan berada dalam rentang konsolidasi 6.060 hingga 6.400 dengan volatilitas tinggi setelah seluruh agenda resmi diumumkan.