Sebaliknya, negara pengekspor minyak di kawasan Teluk menghadapi revisi penurunan pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Lima dari delapan negara diperkirakan mengalami kontraksi ekonomi.

Eropa dan negara berkembang di Asia yang sangat bergantung pada impor minyak dan gas juga menghadapi tekanan dari kenaikan harga energi.

Harga bensin eceran di Asia meningkat 40 persen sejak perang dimulai.

IMF menekankan pentingnya pemerintah menjaga disiplin fiskal dan kebijakan moneter yang ketat. Lembaga itu menyarankan agar respons fiskal seperti pembatasan harga atau subsidi dilakukan secara terarah dan sementara.

Ruang fiskal tersebut juga mendesak dibutuhkan oleh pemerintah untuk membiayai transformasi ekonomi berbasis teknologi agar negara berkembang tidak tertinggal.

"Biaya fiskal untuk mengatasi kerentanan baru dan investasi pada teknologi serta manusia penting dilakukan agar negara berkembang dan negara emerging tidak tertinggal," ungkap Georgieva.

Meskipun ada pengumuman gencatan senjata pada Minggu (14/6/2026), IMF menegaskan akan terus memantau perkembangan konflik.

>>> Kolombia Hadapi Uzbekistan di Laga Pembuka Grup K Piala Dunia 2026

Tujuannya untuk mengelola dampak perang serta membatasi konsekuensi negatifnya bagi kelompok masyarakat yang paling rentan.