PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) membuka peluang kerja sama dengan konsorsium asal Korea Selatan, Hwasung Tech-Win Co., Ltd., dalam pemanfaatan biomassa sawit.

Pertemuan tatap muka digelar di Jakarta pada Rabu (17/6/2026) untuk membahas pengolahan tandan buah kosong atau empty fruit bunch (EFB).

>>> FBI Latih Agen Perangi Kejahatan Siber di Fasilitas Cyber Range

Langkah ini diarahkan untuk mengolah EFB menjadi produk bernilai tambah seperti biochar, biopellet, pupuk berbasis karbon, hingga biodiesel.

Penjajakan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mengembangkan energi hijau dan menciptakan bisnis yang ramah lingkungan.

Direktur Utama Agrinas Palma, Abdul Ghani, menyatakan bahwa pengembangan energi hijau dan pemanfaatan biomassa merupakan upaya perusahaan untuk menciptakan bisnis yang produktif secara ekonomi sekaligus bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Hal ini disampaikan dalam keterangan resmi pada Rabu (17/6/2026).

Manajemen Agrinas Palma menegaskan bahwa penjajakan ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan dan meningkatkan nilai ekonomi di sektor perkebunan.

Saat ini, perusahaan membuka peluang kolaborasi luas dengan mitra internasional, mulai dari pengelolaan perkebunan hingga pemrosesan produk hilir untuk ekspor.

>>> 12 Pola Pikir yang Memicu Cemburu Berlebihan Menurut Ahli

Teknologi Termal dari Korsel

Hwasung Tech-Win Co., Ltd. merupakan konsorsium yang berpengalaman di bidang rekayasa termal dan teknologi, termasuk penyediaan fasilitas lingkungan energi.

Implementasi teknologi mutakhir dari konsorsium tersebut dinilai berpotensi besar untuk diterapkan langsung pada fasilitas pengolahan kelapa sawit milik Agrinas Palma.

President Director Hwasung Tech-Win Co., Ltd., Lim Daetaeg, mengatakan bahwa kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan produk energi terbarukan, tetapi juga mendukung skema perdagangan karbon.

Hal ini menjadi nilai tambah bagi kedua belah pihak.

Proses kemitraan masih berada dalam tahap awal.

>>> FBI Latih Agen Siber Melalui Simulasi Kota Tiruan di Alabama

Kedua perusahaan tengah bersiap melakukan pertukaran informasi teknis, penyusunan proposal kerja sama, serta pelaksanaan studi kelayakan bersama untuk menentukan model bisnis yang paling tepat.