BUMI kini tidak hanya masuk ke aset non-batubara, tetapi juga sudah memiliki jalur pemasaran yang jelas untuk hasil produksinya," kata Cliff Nathaniel.

Selain proyek di Australia, emiten bentukan Grup Bakrie dan Salim ini tengah menyiapkan operasional Jubilee Metals Limited pada kuartal IV 2026 serta menargetkan akuisisi 45 persen saham PT Laman Mining rampung pada Agustus 2026.

Strategi ini ditujukan untuk mempercepat target komposisi EBITDA 50:50 antara batu bara dan non-batu bara sebelum tahun 2031.

Meskipun gencar melakukan diversifikasi, kinerja bisnis utama batubara BUMI terpantau tetap kokoh pada kuartal I 2026 dengan pendapatan naik 19,7 persen menjadi US$417,7 juta dan laba bersih tumbuh 36,6 persen menjadi US$41,1 juta.

Secara teknikal, MNC Sekuritas melihat posisi instrumen investasi ini cukup kuat karena mampu bertahan di atas garis rata-rata bergerak dua puluh hari terakhir.

"Penguatannya pun mampu berada di atas MA20," sebut MNC Sekuritas.

Pihak sekuritas memberikan rekomendasi opsi beli saat melemah di kisaran 157-170 dengan target harga bertahap pada level 214 dan 238, serta mematok pembatasan risiko di bawah level 153.

>>> Luhut Targetkan Peluncuran Perlinsos Digital Nasional Akhir 2026

Pertumbuhan kinerja ini sekaligus mendasari agenda korporasi BUMI untuk mengesahkan perhitungan laba rugi tahun buku 2025 melalui RUPST yang digelar bersamaan dengan RUPSLB.