>>> Promo Point Coffee 18 Mei 2026: Frappe Rp 18.000 dan Diskon Minuman Lain

Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kebijakan Publik, Media, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Ismail Cawidu, memperingatkan jajaran pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk mengantisipasi tujuh klaster permasalahan.

Permasalahan tersebut termasuk pemotongan biaya hidup mahasiswa secara sepihak dan intervensi politik eksternal.

"Tolong persoalan-persoalan yang kita hadapi hari ini diidentifikasi dengan baik, jangan sampai proses permohonan untuk kuota baru tidak diproses secara transparan.

Kita harus memastikan uang negara ini sepeser pun tidak boleh disalahgunakan," tegas Ismail Cawidu.

Ismail Cawidu menambahkan bahwa Menteri Agama menginstruksikan seluruh rektorat untuk mencoret calon mahasiswa titipan jika terbukti mampu secara ekonomi atau berkasnya tidak sah.

"Menteri Agama selalu memberikan arahan yang sangat jelas kepada kami. Lakukan semua seleksi sesuai persyaratan dan aturan yang berlaku.

Kalau memenuhi syarat silakan jalankan, tapi kalau tidak memenuhi syarat langsung stop," urai Ismail Cawidu.

Pihak kementerian juga meminta kampus mengoptimalkan aparatur sipil baru untuk mengatasi keterbatasan operator monitoring dan evaluasi demi menyukseskan misi pemutusan mata rantai kemiskinan.

>>> Argentina Patahkan Kutukan Juara Bertahan di Piala Dunia 2026

"Karena ijazah sarjana (S1) yang didapatkan oleh anak dari keluarga miskin ekstrem merupakan modal raksasa bagi bangsa Indonesia untuk melahirkan figur pemimpin masa depan sekaligus memutus mata rantai kemiskinan daerah," imbuh Ismail Cawidu.