Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, mendesak PSSI untuk menerapkan regulasi yang mewajibkan klub profesional memberikan kesempatan bertanding kepada pemain muda.

Menurutnya, potensi besar atlet muda di Indonesia akan terbuang sia-sia jika tidak mendapatkan panggung di kompetisi resmi seperti Super League.

>>> Drama China Never Ending Summer Resmi Tayang Perdana di iQIYI dan Vidio

"Ada cukup banyak pemain muda di Indonesia.

Demi masa depan sepak bola Indonesia, saya berpikir bahwa kami harus secara jelas dan pasti memberikan banyak kesempatan bermain kepada para pemain muda," kata Shin Tae-yong dikutip dari laman resmi Persija, Rabu (17/6/2026).

Shin Tae-yong menyadari kebijakan menurunkan pemain muda memiliki risiko terhadap hasil akhir pertandingan. Namun, ia meyakini kematangan mental dan teknik hanya bisa terbentuk melalui tekanan langsung di lapangan.

"Tentu saja hal itu bisa berubah tergantung situasi. Namun, saya selalu berpikir bahwa anak-anak muda Indonesia harus berkembang melalui pertandingan secara langsung," tuturnya.

Pemberian jam terbang yang konsisten sejak usia dini dipandang sebagai satu-satunya jalan untuk mencetak pemain berkualitas tanpa jalur pintas.

"Hanya dengan cara itulah sepak bola Indonesia bisa maju. Saya selalu memegang prinsip itu," ungkap Shin Tae-yong.

Persija Jakarta memiliki rekam jejak dalam mengorbitkan bakat muda dari akademi mereka. Pada Super League musim 2025/2026, lima pemain muda sukses melakoni debut profesional bersama tim utama.

>>> Diskusi Budiman Sudjatmiko di UGM Ricuh, Dievakuasi karena Protes Mahasiswa

Mereka adalah Arlyansyah Abdulmanan, Jehan Pahlevi, Figo Dennis, Dia Syayid, dan Hafizh Rizkianur. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa jalur pembinaan dari Elite Pro Academy (EPA) Persija berjalan efektif.