Situasi itu memaksa Zuckerberg mengubah strategi, hingga dua bulan kemudian berinvestasi USD 14,3 miliar pada Scale AI dan merekrut Wang.

Kehadiran Muse Spark diharapkan mampu membalikkan keadaan.

Model ini dirancang agar mudah terintegrasi dengan ekosistem aplikasi Meta seperti Facebook dan Instagram, serta kacamata pintar Ray-Ban Meta.

Namun, reputasi Meta pasca-kegagalan Llama menyisakan tantangan. "Saya rasa komunitas AI sebagian besar mengabaikan Meta pada titik ini," ujar Rob May, CEO startup Neurometric.

Pandangan berbeda datang dari Andrew Moore, CEO startup Lovelace dan mantan kepala AI Google Cloud. Ia menilai peluang Meta untuk menemukan momentum masih terbuka lebar.

Menurut Moore, Meta wajib menunjukkan keunggulan spesifik pada area tertentu, baik dari efisiensi biaya maupun aspek teknis lain yang krusial bagi komunitas pengembang.

Di sisi internal, Meta diuji oleh penurunan moral kerja setelah pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 8.000 karyawan.

Ada pula kabar ketegangan antara Wang dan mantan CEO GitHub Nat Friedman, meskipun Muse Spark mendapat apresiasi tinggi.

>>> Harga Emas Dunia Menguat 5 Hari Beruntun Jelang Keputusan The Fed

Wang membantah adanya konflik internal dalam sebuah siniar pada Mei lalu. Ia menyebut Muse Spark sebagai "makanan pembuka" dan menjanjikan model-model yang lebih kuat.