Data dari para pemain hanya digunakan sebagai bahan latihan awal untuk membangun model AI pintar.

Pihak Niantic Spatial juga menekankan bahwa seluruh proses pemindaian bersifat opsional bagi pengguna.

"Pemindaian AR yang dikumpulkan melalui Pokémon Go dikirimkan secara sukarela oleh para pemain yang memilih fitur tersebut dan tunduk pada Ketentuan Layanan serta Kebijakan Privasi yang berlaku pada saat itu," ungkap juru bicara Niantic Spatial.

Kendati legal secara hukum, pemanfaatan data publik untuk sektor pertahanan ini memicu kritik dari pengamat hak digital.

Banyak pihak menilai para pemain gim tidak akan pernah menduga bahwa kontribusi mereka akan berakhir pada teknologi persenjataan.

Tom Sulston, kepala kebijakan di lembaga pemikir Digital Rights Watch, menilai penggunaan data sipil untuk tujuan militer merupakan hal yang meresahkan.

>>> PHE Catat Produksi Migas 1,032 Juta BOEPD Sepanjang 2025

"Meskipun mereka mungkin memiliki penafian dalam syarat dan ketentuan mereka, kita tahu bahwa sebagian besar orang tidak membaca dokumen hukum yang panjang ketika mereka ingin bermain video gim," ujar Tom Sulston.