Namun, jaminan tersebut dinilai belum cukup bagi militer Israel yang merasa terus dikelilingi oleh ancaman aktor-aktor regional yang bermusuhan.

>>> Pemprov DKI Jakarta Buka Pendaftaran Program Padat Karya 2026, Sediakan 2.843 Lowongan

Kemandirian Militer Israel

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menegaskan bahwa negaranya akan tetap mempertahankan zona keamanan di wilayah konflik secara mandiri.

"We will have the ability to act independently to prevent Iran from acquiring nuclear weapons," tegas Katz.

Katz juga memastikan bahwa militer tidak akan menarik diri dari wilayah operasional krusial di sekitar perbatasan.

"Israel will not withdraw from the security zones in Lebanon, Syria, and Gaza," tuturnya.

Ketergantungan militer Israel terhadap Washington sangat masif, terutama pada armada jet tempur garis depan seperti F-35, F-15, dan F-16.

Mantan Penasihat Keamanan Nasional Israel, Yaakov Amidror, menjabarkan realitas ketergantungan alutsista tersebut melalui sambungan telepon kepada Foreign Policy.

"Let me put it this way: In the U. S.

and Israeli attacks on Iran, all the planes flown by the IDF [Israeli military] were American," kata Amidror.

Jika ketegangan terus berlanjut, Trump memiliki opsi untuk menunda pasokan amunisi artileri 155 mm, mengurangi pembagian intelijen, atau menarik dukungan diplomatik di PBB.

Mantan Asisten Sekretaris Negara untuk Urusan Timur Dekat, David Schenker, memberikan analisisnya kepada NPR mengenai kemungkinan pemutusan penjualan senjata oleh AS.

"That’s the nuclear option," cetus Schenker.

>>> Gencatan Senjata AS-Iran Tekan Posisi Politik Netanyahu

Berdasarkan data jajak pendapat Pew Research Center pada Maret 2026, sebanyak 60 persen orang dewasa di Amerika Serikat kini memiliki pandangan yang tidak mendukung terhadap Israel.