Tahun ini juga penampilan saya di pertandingan penting membantu. Selain itu, bermain secara tetap di lini tengah menjadi kunci.

Saya dikritik saat bermain sebagai bek tengah dan saya menjawab bahwa itu bukan posisi alami saya, tetapi orang tidak selalu mempertimbangkannya.

Bagaimanapun, saya tidak masalah dengan kritik. Suatu hari Anda dipuji, keesokan harinya dikatakan Anda buruk.

Apa artinya? Tidak ada.

Itu hanya opini," papar Tchouaméni.

Tchouaméni kini mengalihkan fokusnya untuk memimpin skuad Prancis dengan mengutamakan ketenangan serta komunikasi antar-pemain menjelang pertandingan pembuka turnamen yang kompetitif melawan Senegal.

"Saya berusaha agar semua orang setenang mungkin. Ketenangan sangat penting di awal kompetisi.

Kelebihan grup ini adalah kami saling mengelola dengan baik. Kami telah berbicara tentang pertandingan pertama dan bahwa turnamen dimulai dengan tuntutan yang sangat tinggi melawan Senegal.

Saya, seperti kapten lainnya, angkat bicara di ruang ganti. Saya juga melakukannya di lapangan ketika saya melihat aspek yang bisa ditingkatkan," sebut Tchouaméni.

Ia menilai peran kepemimpinan di tim nasional adalah tanggung jawab besar untuk menjaga keharmonisan kelompok dan membantu rekan setimnya tampil lebih maksimal.

>>> Everton Negosiasikan Kontrak Baru Idrissa Gueye di Tengah Kritik

"Mampu menyampaikan nilai-nilai tim, membantu rekan setim menjadi lebih baik, tersedia untuk tugas apa pun, dan menjadi penghubung di antara semua," pungkas Tchouaméni.