"Tidak ada masalah. Banyak hal terjadi di ruang ganti.

Kami berjabat tangan ketika dia kembali dan terus bekerja sama," jelas Tchouaméni.

Ia juga mengungkapkan ketidaknyamanannya terhadap penyebaran berita bohong di media yang tidak bisa ia kendalikan, dan menyatakan suasana internal ruang ganti tim sudah kembali tenang.

"Seperti yang saya katakan, yang mengganggu saya adalah cerita palsu yang muncul tentang apa yang sebenarnya terjadi. Itu tidak bisa saya kendalikan.

Yang terpenting adalah kami baik-baik saja dan tenang di ruang ganti. Sebuah pelajaran?

Apa pun yang terjadi dalam hidup Anda, masalahnya tidak pernah sebesar yang Anda kira. Seperti semuanya, hari ini dibicarakan, besok hal lain.

>>> Theo Hernandez Bicara Masa Depan Deschamps dan Zidane Jelang Piala Dunia 2026

Anda hanya perlu bertahan dua atau tiga hari keributan itu. Kisah ini mencapai dimensi sedemikian rupa sehingga pada hari-hari pertama kami merasa tidak akan pernah berakhir.

Namun, tak lama kemudian kontroversi lain muncul dan perhatian beralih ke masalah lain," urai Tchouaméni.

Tchouaméni menyatakan bahwa komunikasi di antara mereka berjalan normal selama sesi latihan, meskipun keduanya belum sempat bertanding bersama lagi akibat cedera otot yang dialaminya pada laga terakhir liga.

"Ya, tentu saja. Kami berlatih bersama.

Yang belum terjadi adalah kami bermain bersama lagi, karena di pertandingan liga terakhir saya mengalami masalah otot," aku Tchouaméni.

Performa dan Peran Kepemimpinan Tchouaméni

Mengenai performa individunya, mantan pemain AS Monaco ini merasa telah berhasil meningkatkan level permainan sepanjang musim berkat kesempatan tampil reguler di posisi aslinya sebagai gelandang bertahan.

"Ya. Di paruh kedua musim lalu saya mulai meningkatkan level saya.