>>> Pasokan Global Tertekan, Harga Batu Bara Dunia Berpotensi Melonjak

Para ahli geologi sebelumnya menganggapnya sebagai fitur fosil yang sudah lama berhenti bergerak.

Namun, analisis gas dari mata air panas Zambia mengubah pandangan itu. Data menunjukkan kadar helium yang berasal dari mantel Bumi yang tinggi.

Pada benua yang stabil, kerak bagian bawah bersifat lentur dan tidak retak. Lapisan ini bertindak sebagai penghalang, mencegah patahan permukaan mencapai mantel.

Saat retakan aktif, tegangan meregangkan dan menipiskan lapisan lentur ini hingga pecah.

Setelah jebol, patahan dari kerak atas menembus seluruh cangkang luar, menciptakan jalur langsung ke mantel dan memungkinkan gas keluar.

Kekuatan Litosfer dan Potensi Sumber Daya

Cangkang luar Bumi yang kaku, disebut litosfer, bervariasi ketebalannya. Di bawah bagian dalam benua kuno, ketebalannya bisa mencapai hampir 300 kilometer.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Frontiers in Earth Science menunjukkan bahwa Retakan Kafue kuno merespons tekanan tektonik regional yang luas.

Ini menandakan bahwa seluruh zona retakan Afrika barat daya, yang memanjang ke arah pantai Atlantik, mungkin memasuki fase aktif kembali.

Keberadaan gas yang berasal dari mantel sejalan dengan tahap awal episode retakan aktif, didukung oleh pengamatan geofisika dalam sebelumnya.

Meskipun secara teoretis ini bisa menandai kelahiran batas lempeng baru yang akhirnya memisahkan sub-benua dan membentuk cekungan samudra baru, retakan sering kali berhenti atau gagal sebelum mencapai pemisahan total.

Melacak retakan aktif ini memiliki nilai finansial langsung.

>>> Indomaret Gelar Beragam Promo Belanja Menarik Sepanjang Juni 2026

Menemukan lokasi patahan dalam yang memungkinkan panas vulkanik keluar membantu ahli geologi menargetkan ekstraksi energi panas bumi dan eksploitasi hidrogen alami, membuka cara baru untuk mengembangkan energi bersih.