Direktur Utama Bank Ina Henry Koenaifi menyatakan perusahaan akan menerapkan penambahan modal lewat setoran tunai dari pemegang saham.

"Kami sudah informasikan pemegang saham dan mereka siap menambah modal sampai sesuai ketentuan," ungkap Henry, Selasa (16/6/2026).

Bank Ina belum membuka opsi pemenuhan modal melalui jalur anorganik. Fokus perusahaan dialihkan pada akselerasi pertumbuhan operasional, salah satunya lewat ekspansi kredit, termasuk KPR.

Kondisi serupa terlihat pada PT Bank Oke Indonesia Tbk (OK Bank) yang belum menyusun rencana konsolidasi spesifik.

Per Maret 2026, modal inti OK Bank sebesar Rp 3,82 triliun, masih butuh tambahan sekitar Rp 2,17 triliun untuk naik ke KBMI 2.

Sekretaris Perusahaan sekaligus Direktur Kepatuhan OK Bank Efdinal Alamsyah mengatakan manajemen terus meninjau berbagai opsi strategis penambahan modal.

"Namun hingga saat ini belum terdapat rencana konsolidasi tertentu yang dapat disampaikan kepada publik," katanya.

>>> Pefindo Beri Peringkat idAAA untuk WOM Finance, Prospek Stabil

Efdinal menegaskan OK Bank berkomitmen mematuhi kebijakan regulator. Menurutnya, regulasi penghapusan KBMI 1 dan imbauan naik ke KBMI 2 bertujuan memperkokoh struktur permodalan perbankan nasional.