Kementerian Keuangan mengalokasikan 966 barang milik negara (BMN) senilai Rp3,59 triliun untuk mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Langkah ini diumumkan pada Senin, 15 Juni 2026.

>>> HoYoverse Rilis Kode Redeem Genshin Impact Mei 2026 Edisi Livestream Luna VII

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu, Rahayu Puspasari, memaparkan pemanfaatan aset tersebut di hadapan Komisi XI DPR.

Ia menjelaskan bahwa optimalisasi ini menjadi bagian dari strategi percepatan program strategis nasional.

"Dimulai dari dukungan BMN senilai Rp3,57 triliun pada saat pembentukan Kabinet Merah Putih, aset 13 kementerian/lembaga dioptimalkan kepada 23 kementerian/lembaga," kata Puspa, sapaan akrabnya.

Rincian Alokasi Aset

Untuk program Sekolah Rakyat, dialokasikan 626 BMN senilai Rp2,38 triliun untuk 166 unit. Sementara itu, 183 BMN senilai Rp282,42 miliar disiapkan untuk 16 unit Sekolah Garuda.

Program Makan Bergizi Gratis mendapat 353 BMN berupa tanah atau bangunan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Skema sewa proporsional senilai Rp202,48 miliar diterapkan pada 122 BMN.

Sektor perumahan didukung lahan 138,85 hektare di 10 lokasi. Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih disokong 92 BMN tanah atau bangunan.

Realisasi persetujuan penggunaan telah terbit untuk 15 BMN senilai Rp27,19 miliar, sementara 77 BMN senilai Rp4,6 triliun masih diproses.

>>> Komunitas Arsitektur Hijau Unpar Lestarikan Bangunan Vernakular Nusantara

Pembangunan 11 kantor Komando Daerah Militer juga didukung aset tanah senilai Rp654,42 miliar.

DJKN juga mendukung Satgas Penertiban Kawasan Hutan untuk menguasai kembali 5,89 juta hektare hutan.

Sektor ketahanan pangan mendapatkan 29 BMN, dengan 4 aset senilai Rp26,05 miliar telah disetujui dan 25 aset senilai Rp1,18 triliun dalam proses.

Puspa menambahkan, saat ini terdapat sekitar 237 BMN senilai Rp5,79 triliun yang masuk daftar tunggu persetujuan.

Melalui optimalisasi ini, pemerintah mengklaim berhasil memangkas kebutuhan belanja modal secara signifikan.

"Nah disinilah terjadi efisiensi belanja modal, tercatat menghemat rata-rata Rp18 triliun belanja modal per tahunnya," ungkap Puspa.

Hingga Maret 2026, aset negara yang menjadi underlying asset Surat Berharga Negara berbasis BMN menembus Rp1.014 triliun.

>>> Kurs Rupiah Stagnan Rp17.712 per Dolar AS Jelang Rapat Bank Sentral

Proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha dengan penjaminan negara mencapai Rp323 triliun, dan skema asset recycling mengumpulkan dana Rp8 triliun.