Kemenkeu Evaluasi Aturan Penumpukan Kontainer di Tanjung Priok, Siapkan Sanksi
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah mengevaluasi aturan terkait penumpukan kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Langkah ini diambil setelah ditemukan sekitar 10 ribu kontainer milik importir menumpuk di area pelabuhan.
>>> Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS dan Iran Sepakati Perdamaian
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, mengungkapkan bahwa penumpukan tersebut bukan disebabkan oleh masalah administrasi kepabeanan.
Sebaliknya, para pelaku usaha sengaja tidak memindahkan barang meskipun proses pengeluaran barang telah selesai.
"Ketika kontainer-kontainer sudah mengalami pengeluaran barang, ini masih terjadi penumpukan karena para pelaku tidak dengan segera melakukan pengeluaran," kata Djaka dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta Pusat, Senin (5/6).
Djaka mencontohkan perusahaan otomotif seperti BYD dan Wuling yang memanfaatkan fasilitas pelabuhan untuk menyimpan barang impor hingga lebih dari dua minggu setelah Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) terbit.
Padahal, hak penyimpanan gratis hanya tiga hari.
Untuk mengatasi hal ini, DJBC telah memaksa perusahaan-perusahaan tersebut segera mengosongkan area pelabuhan.
"Kita melakukan pemaksaan kepada perusahaan tersebut untuk dengan secepatnya melakukan pengeluaran dari area pelabuhan," ujar Djaka.
Para importir cenderung membiarkan barang di pelabuhan karena biaya penumpukan di dalam area dinilai lebih murah dibandingkan menyewa gudang di luar.
>>> Atalanta Resmi Tunjuk Maurizio Sarri sebagai Pelatih Baru
"Karena kesulitan tempat di luar sehingga mereka mengingat cost lebih murah daripada di luar, mereka memanfaatkan itu," jelas Djaka.
Sanksi Lebih Ketat Disiapkan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi persoalan ini saat meninjau kawasan Tanjung Priok pada Sabtu (6/6).
Ia meminta jajarannya untuk menyusun regulasi yang memberikan sanksi bagi importir yang terlalu lama meninggalkan barang di pelabuhan.
Update Terbaru
Lewis Hamilton Raih Kemenangan Perdana Bersama Ferrari di F1 GP Barcelona 2026
Selasa / 16-06-2026, 14:22 WIB
Rakin Khan Jadi Sorotan, Pengusaha Malaysia yang Dikabarkan Dekat dengan Fuji
Selasa / 16-06-2026, 14:19 WIB
Pre-Order Tomb Raider: Legacy of Atlantis Resmi Dibuka, Rilis Februari 2027
Selasa / 16-06-2026, 14:15 WIB
REDMI Turbo 5 Resmi Meluncur di India, Bawa Layar AMOLED 6,59 Inci dan Baterai 7540mAh
Selasa / 16-06-2026, 14:14 WIB
Hyundai i20 N Shadow Edition: Edisi Perpisahan Khusus untuk Australia
Selasa / 16-06-2026, 14:04 WIB
Haier Pamerkan Smart TV 100 Inci dan AC Pintar di Jakarta Fair 2026
Selasa / 16-06-2026, 13:55 WIB
MSI Luncurkan Promosi Juni 2026: Diskon Laptop Gaming, Bisnis, dan Harian
Selasa / 16-06-2026, 13:54 WIB
Profil Evan Marvino Disorot Usai Tudingan KDRT dari Istri Mencuat
Selasa / 16-06-2026, 13:52 WIB
Tips Memanfaatkan Modena Pay untuk Belanja Teknologi Rumah Lebih Hemat
Selasa / 16-06-2026, 13:48 WIB
OnePlus Nord Buds 4 Resmi Meluncur di India pada 25 Juni
Selasa / 16-06-2026, 13:48 WIB
TOP 35 Acara TV dengan Rating Terbaik Hari ini 17 Juni 2026 ada Merangkai Kisah Indah Kalah dengan Terikat Janji
Selasa / 16-06-2026, 13:40 WIB
Gaji Supir Bus di Singapura Tembus Rp 60 Juta, Tertinggi dari SBS Transit
Selasa / 16-06-2026, 13:39 WIB
Vozinha Bikin Geger Piala Dunia 2026, Pengikut Instagram Melonjak 5,6 Juta
Selasa / 16-06-2026, 13:38 WIB
Duel HP Android Terbaik untuk Konser: Oppo Find X9 Ultra vs Samsung Galaxy S26 Ultra
Selasa / 16-06-2026, 13:34 WIB






