"Kita harus yakini apa yang dilakukan para pemimpin negeri ini khususnya pemerintah adalah hal yang baik, jadi kita wajib mendukung berbagai upaya pembangunan nasional yang sedang dijalankan pemerintah demi mewujudkan Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berdaulat," kata KH Hambali.

Dukungan terhadap pemerintah tidak bertujuan membatasi ruang kritik yang membangun. "Kritik yang disampaikan secara objektif dan bertanggung jawab tentu diperlukan sebagai bentuk partisipasi masyarakat.

Namun, penyebaran fitnah, hoaks, dan narasi kebencian yang dapat merusak persatuan bangsa harus ditolak bersama," ujarnya.

Peringatan Tahun Baru Islam diharapkan mampu memicu energi positif untuk memperkokoh kepedulian sosial, melestarikan gotong royong, dan memupuk rasa cinta tanah air.

Melalui simbolisasi penyalaan obor dan doa, masyarakat diajak memelihara harapan di tengah berbagai tantangan nasional.

"Semoga 1 Muharram menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, dan membangun optimisme bersama.

>>> Komisi XI DPR Setujui Pagu Indikatif Kemenkeu Rp49,8 Triliun

Dengan doa, kebersamaan, dan kerja kolektif seluruh elemen bangsa, kita yakin Indonesia akan semakin maju, damai, dan bermartabat," kata KH Hambali.