Sektor barang konsumen primer naik 3,8 persen, sementara sektor transportasi dan infrastruktur sama-sama naik 2,9 persen.

Sektor barang konsumen non-primer naik 2,7 persen, energi tumbuh 2,3 persen, properti naik 2 persen, dan teknologi naik 1,7 persen.

Hanya sektor kesehatan yang melemah 0,6 persen.

Sentimen Positif dari Kesepakatan AS-Iran

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut lonjakan IHSG dan mayoritas bursa Asia dipicu sentimen positif geopolitik global. Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran menjadi motor utama penggerak pasar.

Sentimen pelonggaran tersebut meliputi rencana pembukaan kembali Selat Hormuz pada akhir pekan ini. Langkah ini dibarengi pencabutan blokade laut oleh militer AS serta pengurangan sanksi ekonomi untuk Teheran.

Sebagai imbalan, Iran bersedia membongkar program nuklir mereka. Redanya ketegangan ini diproyeksikan berdampak positif bagi perekonomian nasional melalui penurunan harga minyak mentah dunia.

>>> HokBen Hadirkan Promo Hari Kartini 21-22 April 2026, Paket Makan Mulai Rp27.000

Penurunan harga komoditas energi global diperkirakan mampu menekan laju inflasi domestik. Selain itu, situasi ini berpotensi memperbaiki neraca perdagangan Indonesia dan memperkuat nilai tukar rupiah.