"Dia adalah pemain top, top," kata Kasper Hjulmand.

Hjulmand menilai Maza sebagai sosok manusia luar biasa yang selalu menerima evaluasi keras dengan sikap positif demi perkembangan kariernya.

"Dia pembelajar yang sangat cepat. Dia benar-benar pemain hebat dengan masa depan cerah di depannya," puji Kasper Hjulmand.

>>> Megawati Resmikan Renovasi Istana Gebang, Rumah Masa Kecil Bung Karno di Blitar

Pengalaman internasional Maza berlanjut saat ia membela timnas Aljazair di ajang Piala Afrika, di mana langkah tim berjuluk Fennecs tersebut terhenti oleh Nigeria di babak perempat final.

Maza mengaku sangat terkesan dengan atmosfer luar biasa yang dihadirkan oleh para suporter di dalam stadion.

"Itu benar-benar gila. Saat kami tiba di stadion dua jam sebelum kickoff, stadion sudah penuh dengan penggemar.

Suaranya sangat keras. Itu pertama kalinya saya merinding," kenang Ibrahim Maza.

Maza mengakui kekalahan di perempat final tersebut mendatangkan kekecewaan besar bagi dirinya yang menargetkan trofi juara sejak awal turnamen.

Namun, ia menjadikan hasil buruk tersebut sebagai pelajaran berharga untuk terus mengembangkan kemampuannya di masa depan.

Kini fokus Aljazair beralih ke putaran final Piala Dunia, di mana mereka tergabung dalam Grup J bersama sang juara bertahan Argentina, Austria, dan tim debutan Yordania.

Perwakilan Afrika Utara ini memasang target tinggi untuk bisa lolos ke babak gugur.

Dalam wawancara bersama DFL, Maza secara terbuka mengungkapkan ambisi pribadinya saat berhadapan dengan megabintang Argentina, Lionel Messi, di fase grup mendatang.

Maza berseloroh di depan kamera agar pemain idolanya sejak kecil tersebut bersedia bertukar jersi dengannya.

"Hal gila adalah kami bermain melawan Argentina, melawan Lionel Messi, yang saya kagumi sejak kecil," tutur Ibrahim Maza.

"Saya akan mencoba mendapatkan jerseynya. Mungkin dia akan melihat ini.

>>> Samuel Sekuritas Borong 1,75 Miliar Saham RLCO Senilai Rp 661 Miliar

Jadi: Tolong, berikan saya jersey Anda!" cetus Ibrahim Maza.