"Saya juga senang untuk Fred. Kami pernah melalui masa-masa sulit bersama.

Dia teman saya, meski kadang dia membuat saya kesal, atau kami saling membuat kesal."

Ia memaklumi bahwa beban kerja untuk memimpin tim balap sebesar Ferrari mendatangkan tekanan yang luar biasa besar sepanjang musim.

"Tekanan memimpin Ferrari sangat besar. Karena itu saya ikut senang dan lega untuknya.

Dia seseorang yang dekat di hati saya," ucapnya.

Faktor Teknis dan Personal

Mengenai faktor teknis kebangkitan performa Hamilton, Wolff menilai karakteristik mobil generasi terbaru saat ini jauh lebih mendukung gaya berkendara sang pembalap.

>>> Warren Buffett Tambah Saham Baru dan Jaga Kas Besar Jelang 2025

"Saya pikir itu karena kerja keras.

Mobil generasi sekarang juga berbeda dibanding era sebelumnya yang dipenuhi pantulan dan karakteristik kaku yang tidak mudah dirasakan pembalap."

Menurutnya, regulasi aerodinamika yang kini kembali konvensional membuat Hamilton mampu mengemudikan kendaraan secara optimal di lintasan.

"Sekarang, balapan terasa kembali lebih konvensional dari sisi aerodinamika dan dinamika kendaraan. Memang pengelolaan mesinnya sangat berbeda, tetapi Anda bisa melihat dia mengemudi dengan sangat kuat," jelasnya.

Faktor relasi internal antara pembalap berusia 41 tahun itu dengan kru mekanik di garasi Ferrari juga disorot sebagai poin penting.

"Dinamika di dalam tim terlihat bagus antara dia dan teknisi balapnya," kata Wolff.

Wolff mengamati ekspresi kegembiraan yang terpancar dari wajah sang juara dunia tujuh kali tersebut saat merayakan kemenangan di atas podium.

"Saya melihat wajahnya di podium lewat televisi. Wajah itu menunjukkan dia sangat bahagia."

Lebih lanjut, ia berseloroh mengenai pengaruh positif dari kehadiran pasangan baru Hamilton dalam memberikan stabilitas emosional.