>>> IHSG Melonjak 4,12 Persen, Saham Bank Jumbo Kompak Ditutup Menguat

Kedua, likuiditas rendah karena saham murah kurang menarik bagi pasar, memicu pelebaran spread harga beli-jual.

Ketiga, spiral kepercayaan negatif di mana penurunan harga terus mengikis kepercayaan pasar dan memicu aksi jual massal.

Saham dengan harga sangat rendah atau penny stock menjadi contoh ekstrem yang rentan terhadap spekulasi dan manipulasi karena tidak didukung bisnis sehat.

Memanfaatkan Penurunan Harga Sebagai Peluang

Penurunan harga saham tidak sepenuhnya dihindari Buffett karena bisa menjadi kesempatan emas. Syaratnya perusahaan harus memiliki bisnis kuat dan fundamental solid.

Momentum pembelian saham berkualitas dengan harga diskon terjadi ketika koreksi hanya disebabkan dinamika pasar sementara.

Sebaliknya, jika penurunan dipicu utang besar, manajemen buruk, atau inefisiensi bisnis, harga rendah menjadi peringatan keras.

Prinsip Berinvestasi ala Buffett

Investor dapat mengadopsi beberapa prinsip utama dalam menyikapi saham murah. Pertama, prioritaskan analisis nilai intrinsik perusahaan dengan mempelajari laporan keuangan, prospek bisnis, dan keunggulan kompetitif.

Kedua, jangan cemas dengan volatilitas harga jangka pendek selama dana ditempatkan pada bisnis berkualitas. Ketiga, hindari utang berlebihan dan pembelian saham spekulatif demi keuntungan cepat.

Volatilitas pasar justru harus dimanfaatkan sebagai peluang menambah kepemilikan saham pada perusahaan sehat dengan harga lebih efisien.

>>> Rohartindo Siapkan Strategi Ekspansi Koper Pintar Airwheel

Buffett mengingatkan bahwa saham murah bukan jaminan untung dan bisa menjadi jebakan kerugian permanen.