Investor legendaris Warren Buffett dikenal dengan filosofi investasi nilai yang fokus pada pembangunan kekayaan jangka panjang.

Dikutip dari Personalfinance, terdapat lima strategi utama Buffett untuk menciptakan portofolio yang kokoh dan mampu bertahan dalam berbagai kondisi pasar.

>>> Cara Cek BPNT Juni 2026 Pakai NIK KTP Lewat HP

Lima Strategi Investasi ala Warren Buffett

Langkah pertama adalah memilih bisnis yang memiliki keunggulan kompetitif berkelanjutan atau economic moat.

Keunggulan ini bisa berupa merek kuat, hak paten, skala ekonomi, atau jaringan distribusi luas yang sulit ditiru pesaing.

Perusahaan dengan moat yang kuat mampu mempertahankan profitabilitas tinggi meskipun menghadapi persaingan ketat.

Strategi kedua berkaitan dengan ketepatan waktu pembelian saham.

Buffett tidak tergoda membeli saham hanya karena popularitas atau hype pasar.

Ia memilih membeli saham perusahaan berkualitas saat harganya wajar, bukan saat euforia.

Prinsip ini menuntut kesabaran agar tidak membeli di puncak harga.

Fokus pada sektor yang dipahami atau circle of competence menjadi aturan ketiga.

Investor disarankan hanya menanamkan modal pada bidang bisnis yang benar-benar dimengerti.

Langkah ini meminimalkan risiko kesalahan akibat kurangnya pemahaman terhadap bisnis.

Poin keempat adalah menghindari utang berlebih demi menjaga kesehatan keuangan perusahaan.

>>> Studi: 58 Orang Utan Tapanuli Tewas Akibat Bencana Siklon Senyar

Buffett menjauhi perusahaan yang terlalu bergantung pada utang untuk memicu pertumbuhan.

Beban bunga tinggi dan risiko likuiditas bisa menjadi bumerang saat pasar menurun.

Perusahaan dengan neraca keuangan sehat lebih tangguh menghadapi guncangan ekonomi.

Strategi kelima berfokus pada pertumbuhan organik dan reinvestasi.

Buffett lebih memilih pertumbuhan internal melalui reinvestasi keuntungan ke operasional bisnis.

Langkah ini memperkuat fondasi bisnis dari dalam secara berkelanjutan.

Penerapan Strategi Investasi dalam Praktik

Investor dapat mengadaptasi metode ini dengan melakukan riset mendalam terhadap laporan keuangan, model bisnis, dan pesaing sebelum membeli saham.

Hindari mengikuti tren pasar jangka pendek dan manfaatkan penurunan pasar sebagai peluang.

Kenali industri yang dikuasai, seperti teknologi, konsumer, atau pertanian, lalu fokuslah pada sektor tersebut.

Periksa rasio utang terhadap ekuitas perusahaan untuk memastikan kondisi keuangannya sehat.

Jika perusahaan mencatat laba stabil atau membagikan dividen, pertimbangkan untuk mereinvestasikan kembali sebagian keuntungan.

>>> Tokio Marine Life Optimistis Unitlink Prospektif Sepanjang 2026

Strategi investasi Warren Buffett bertumpu pada prinsip fundamental seperti moat, pemahaman sektor, keuangan sehat, dan pertumbuhan organik.