Investor legendaris Warren Buffett kembali mengingatkan pentingnya ketepatan waktu dan kedisiplinan dalam mengambil keputusan investasi.

Dikutip dari Personalfinance, pola pikir yang matang menjadi pembeda antara pemodal bijak dengan mereka yang sekadar mengejar keuntungan cepat di pasar saham.

>>> Lee Jun Young Umumkan Wajib Militer di Tengah Popularitas Reborn Rookie

"Apa yang dilakukan orang bijak di awal, dilakukan orang bodoh di akhir," demikian ungkapan yang menggambarkan fenomena investor yang kerap terjebak membeli instrumen keuangan saat harga sudah melambung tinggi akibat pengaruh tren atau tekanan sosial.

Sejarah pasar finansial mencatat beberapa peristiwa besar yang lahir akibat spekulasi tanpa dasar fundamental kuat, seperti meletusnya gelembung dotcom pada akhir era 1990-an.

Selain itu, lonjakan pasar kripto yang membuat banyak orang membeli aset di harga puncak karena melihat keuntungan pihak lain berakhir dengan kepanikan massal saat nilai aset merosot tajam.

Di dalam negeri, fenomena ini jamak ditemukan pada pergerakan saham berkapitalisasi kecil atau biasa disebut saham gorengan.

Banyak investor ritel domestik membeli aset tersebut hanya berpatokan pada rekomendasi media sosial tanpa membedah kinerja keuangan emiten, hingga akhirnya terjebak ketika harga anjlok.

>>> Warren Buffett Bagikan Lima Strategi Utama Bangun Portofolio Saham Kokoh

Kemudahan akses melalui aplikasi digital dan dorongan rasa takut tertinggal atau fear of missing out (FOMO) memperbesar risiko tersebut bagi investor di era sekarang.

Prinsip Dasar Buffett untuk Menghindari Kerugian

Guna menghindari kerugian fatal, pelaku pasar disarankan untuk kembali menerapkan prinsip dasar yang konsisten ditekankan oleh Buffett.

Investor wajib melakukan analisis mandiri secara mendalam untuk memahami model bisnis, prospek pertumbuhan, serta risiko dari aset yang akan dibeli.

Langkah berikutnya adalah melakukan pembelian ketika nilai intrinsik perusahaan belum diapresiasi oleh pasar, kemudian bersabar menunggu momentum penyesuaian harga.

>>> Cara Cek BPNT Juni 2026 Pakai NIK KTP Lewat HP

Bagi para pelaku pasar yang disiplin, kondisi pergerakan instrumen yang sudah terlalu ramai dan dipenuhi ekspektasi instan justru menjadi penanda untuk meningkatkan kewaspadaan.