Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi kekuatan apabila dikelola untuk kemaslahatan bersama.

"Bangsa yang besar bukanlah bangsa yang bebas dari perbedaan, melainkan bangsa yang mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk melangkah demi kemaslahatan bersama," lanjutnya.

>>> Daftar Harga HP Vivo Seri Y dan V Per 15 April 2026, Mulai Rp1 Jutaan

Teladani Hijrah Rasulullah SAW

Menag mengatakan, semangat hijrah juga menjadi bentuk peneladanan atas peristiwa hijrah Rasulullah SAW.

Peristiwa tersebut diperingati umat Islam dalam momentum Tahun Baru Hijriah.

Menurut Menag, hijrah Rasulullah SAW mengajarkan bahwa kemajuan peradaban tidak hanya ditopang kekuatan dan kecakapan.

Kemajuan juga membutuhkan persaudaraan, keadilan, serta kepedulian terhadap kemaslahatan bersama.

Menag mengajak masyarakat memulai perubahan dari diri sendiri.

Menurut dia, masa depan lahir dari keberanian untuk berubah, bukan hanya dari harapan.

Pesan itu sejalan dengan firman Allah dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11 bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.

"Semangat hijrah adalah semangat untuk terus bertumbuh, memperbaiki kualitas diri, memperkuat integritas, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi sesama.

Dengan semangat itu, umat akan semakin kuat menghadapi berbagai tantangan zaman dan semakin mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa," ungkapnya.

Menag juga menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru 1 Muharam 1448 Hijriah kepada masyarakat Indonesia.

Ia berharap Tahun Baru Islam membawa rahmat dan keberkahan bagi bangsa Indonesia.

"Atas nama Menteri Agama Republik Indonesia, saya, Nasaruddin Umar, mengucapkan Selamat Tahun Baru 1 Muharam 1448 Hijriah.

>>> Mahasiswa Stanford Walkout Saat CEO Google Sundar Pichai Berpidato

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing setiap langkah kita, melimpahkan rahmat dan keberkahan-Nya kepada bangsa Indonesia," tutup Menag.