Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam." (HR Bukhari dan Muslim)

Selanjutnya, mitos mengenai larangan mengadakan pesta, pernikahan, dan membangun rumah karena takut mengundang kesialan juga tidak memiliki dasar hukum.

>>> Daftar Negara dengan Durasi Puasa Ramadan Tercepat dan Terlama 2026

Kitab fikih klasik tidak pernah mengharamkan akad nikah, walimah, atau mendirikan bangunan pada bulan Muharram.

Islam mengajarkan bahwa keberhasilan suatu urusan bergantung pada ikhtiar, doa, serta ketentuan Allah SWT, bukan dipengaruhi oleh mitos waktu tertentu.

Larangan berucap buruk pun dipahami sebagai ajakan moral demi menjaga akhlak muslim.

Anjuran Mengisi Muharram dengan Amal Saleh

Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah Al-Bahjah, Buya Yahya, menjelaskan bahwa semua hari ciptaan Allah berstatus baik.

Seorang muslim dilarang meyakini adanya kesialan pada waktu tertentu karena hal tersebut dapat memicu prasangka buruk kepada ketetapan Allah.

Umat Islam disarankan mengedepankan prinsip husnuzan billah dan mengisi bulan mulia ini dengan peningkatan ibadah.

Semangat yang dibangun saat memasuki tahun baru Hijriah adalah memperbanyak amal saleh, bukan memelihara ketakutan terhadap pantangan adat.

Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya dalam setahun terdapat dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (bulan mulia)."

(HR Bukhari dan Muslim)

Para ulama menyarankan kaum muslimin untuk mengisi malam pergantian tahun baru Hijriah dengan kegiatan produktif secara spiritual.

Aktivitas tersebut meliputi muhasabah atau evaluasi diri terhadap perjalanan hidup selama satu tahun ke belakang.

Umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa memohon keberkahan umur, menggiatkan bacaan Al-Qur'an, serta meningkatkan zikir dan istighfar.

>>> Serangan Rudal dan Drone di Kyiv Tewaskan Empat Orang

Momentum awal tahun ini menjadi titik penting untuk memperkuat tekad dalam memperbaiki kualitas ibadah serta hubungan sosial antarsesama.