Pasar saham Asia mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Senin (15/6/2026) setelah pengumuman kesepakatan damai sementara untuk mengakhiri konflik di Iran.

Kesepakatan itu juga mencakup rencana pembukaan kembali Selat Hormuz, yang langsung memicu respons positif dari pelaku pasar global.

>>> Kemenkeu Usulkan Anggaran Rp49,8 Triliun untuk Tahun 2027

Indeks utama di Tokyo dan Seoul melonjak lebih dari 5 persen pada awal perdagangan, sementara kontrak berjangka S&P 500 naik 1 persen dan Dow Jones menguat 0,9 persen.

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi kesepakatan awal tersebut dan mengizinkan pengakhiran blokade laut terhadap pelabuhan Iran, yang juga dikonfirmasi oleh pihak Teheran.

Namun, Teheran memberi sinyal bahwa pelaksanaan kesepakatan belum dimulai sebelum penandatanganan resmi, yang dijadwalkan pada Jumat di Swiss menurut Pakistan.

Negosiasi lebih luas akan berlangsung dalam 60 hari ke depan untuk membahas isu krusial lain, termasuk program nuklir Iran.

Harga Minyak Anjlok Tajam

Di pasar komoditas, harga minyak mentah Brent merosot 3,61 dolar AS menjadi 83,64 dolar AS per barel, sementara minyak mentah acuan AS turun 4,27 dolar AS ke 80,61 dolar AS per barel.

Penurunan tajam ini terjadi setelah konflik selama tiga bulan sejak akhir Februari sebelumnya mendongkrak biaya bensin dan harga produk global.

"Pembukaan kembali Hormuz adalah katup pelepas, bukan dividen perdamaian penuh.

>>> Cara Cek Desil Bansos 2026 Online via NIK KTP

Pasar dapat menghilangkan sebagian kepanikan minyak mentah, tetapi masih harus memperhitungkan kesenjangan antara judul berita, penandatanganan, dan rezim yang benar-benar mematuhi," kata Stephen Innes dari SPI Asset Management.

Pakar energi menambahkan bahwa kepastian dari perusahaan pelayaran dan asuransi sangat penting agar pasokan energi dunia dapat kembali mengalir bebas.