>>> Kemensos Salurkan Bansos PKH dan BPNT Tahap Dua hingga Juni 2026

Salah satu tradisinya adalah undian pasangan, di mana nama perempuan dimasukkan ke dalam wadah. Nama tersebut kemudian diambil secara acak oleh pria untuk menjadi pasangan selama festival berlangsung.

Ketika Kekristenan menyebar, gereja berupaya menggantikan tradisi pagan tersebut dengan peringatan santo martir. Proses ini secara bertahap mengaitkan pertengahan Februari dengan cinta dan relasi pasangan.

Evolusi Modern dari Puisi hingga Komersialisasi

Pada abad ke-14, penyair Inggris Geoffrey Chaucer melalui puisinya The Parliament of Fowls (1382) mulai mengaitkan 14 Februari dengan musim burung memilih pasangan.

Karya ini memperkuat citra romantis tanggal tersebut di Eropa abad pertengahan.

Memasuki abad ke-19, revolusi industri memungkinkan produksi massal kartu ucapan dan cokelat.

Di Amerika Serikat, perusahaan Hallmark mempopulerkan kartu Valentine pada awal abad ke-20, sehingga perayaan ini semakin komersial.

Di Indonesia, perayaan ini mulai dikenal luas sejak 1990-an melalui media dan industri hiburan.

Meski kerap menuai pro dan kontra dari beberapa kelompok, momen ini tetap populer di kalangan anak muda dan pelaku bisnis.

Selain bagi pasangan, saat ini banyak pula masyarakat yang merayakannya sebagai bentuk persahabatan atau Galentine's Day.

>>> Astra Honda Buka Pendaftaran Mudik Bersama 2026 ke Yogyakarta dan Semarang

Sebagian lainnya memanfaatkan momen tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri atau self-love.