Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, mengalami lonjakan signifikan pada Minggu (15/6/2026).

Kenaikan paling tajam terjadi pada komoditas bawang merah dan cabai.

>>> Filosofi Ayam Ingkung: Simbol Doa dan Introspeksi di Malam Satu Suro

Berdasarkan pantauan, pelemahan nilai tukar rupiah menjadi pemicu utama gejolak harga ini. Dampaknya langsung dirasakan para pedagang yang omzetnya merosot akibat daya beli masyarakat yang menurun.

Sebelum kenaikan, bawang merah Brebes dijual Rp 25.000 hingga Rp 27.000 per kilogram. Kini harganya melonjak dua kali lipat menjadi Rp 50.000 per kilogram.

Bawang putih juga naik Rp 7.000 per kilogram, dari Rp 25.000–Rp 26.000 menjadi Rp 32.000 per kilogram.

Sementara cabai merah naik 20 persen, dari Rp 30.000–Rp 35.000 menjadi Rp 50.000–Rp 55.000 per kilogram.

Cabai hijau keriting yang sebelumnya Rp 30.000 per kilogram kini menjadi Rp 50.000 per kilogram.

>>> Traveloka Buka Lowongan Kerja Juni 2026 untuk Empat Posisi Strategis

Telur ayam ras juga naik dari Rp 27.000 menjadi Rp 31.000 per kilogram.

Menurut pedagang, pergerakan harga sudah berlangsung sejak tiga hari terakhir. Selain depresiasi rupiah, kenaikan biaya distribusi dan harga BBM turut mempengaruhi harga jual.

Itho Kurniawan (45), pedagang sembako di Pasar Kota Agung, membenarkan kenaikan tersebut. "Kenaikannya sampai dua kali lipat untuk bawang, yang lain naik 20 persen," ujarnya.

Itho menambahkan, omzet penjualan menurun karena pelanggan mengurangi jumlah pembelian. Meski harga naik, ia memastikan stok pangan masih aman meski kadang ada keterlambatan pengiriman.

Ia menilai kebijakan impor dan fluktuasi harga BBM menjadi faktor penentu ongkos logistik. "Kalau harga BBM naik, otomatis biaya distribusi juga naik," pungkasnya.

>>> PKPE FT UGM Ungkap Fakta Baru Teror Api di Seyegan Sleman

Para pedagang berharap nilai tukar rupiah segera menguat agar harga kebutuhan pokok bisa turun dan daya beli masyarakat pulih.