Ajang LAIndieMovie kembali digelar untuk memberi ruang bagi sineas muda Indonesia.

Pada hari kedua, sepuluh finalis terpilih memaparkan ide cerita film pendek dalam sesi Story Pitch di hadapan dewan juri.

>>> Belanda Imbang Lawan Jepang, Koeman Kritik Sikap Meremehkan

Selain itu, sesi Talent Hunt juga berlangsung untuk menjaring tim produksi dan talenta berbakat yang akan terlibat langsung dalam proyek film.

Apresiasi Juri terhadap Karya Peserta

Muhammad Zaidy, salah satu juri Story Pitch, menilai platform ini sangat efektif melahirkan pembuat film baru.

"Saya rasa ini platform yang sangat penting dan harus terus berlangsung," ujarnya di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta, Minggu (14/6/2026).

Juri Khozy Rizal juga mengapresiasi potensi segar dari cerita-cerita yang masuk. "Sangat menyegarkan dan saya melihat banyak potensi dari cerita mereka," katanya.

Khozy mengingatkan sineas muda agar tidak berkecil hati karena keterbatasan alat. Menurutnya, teknologi hanyalah media pendukung, sedangkan kekuatan utama lahir dari gairah dan pesan pembuat.

Talent Hunt dan Harapan Peserta

Juri Talent Hunt kategori Production Designer, Vida Sylvia, melihat ajang ini sebagai jembatan yang memotong jarak antara talenta muda dan profesional.

Ia menilai tantangan terbesar adalah kesiapan mental, bukan akses ekosistem film.

Pasangan Joni Astin dan Ariya Acbhar nekat mendaftarkan ide film berjudul Raga dan Kepala Sari hanya empat jam sebelum tenggat.

"Kita hanya untuk menguji seberapa layak ide ini ada di sini," ujar Ariya.

>>> Wali Kota Medan Temui Pangdam I/BB Perkuat Sinergi Keamanan dan Pembangunan

Joni bersyukur idenya mendapat apresiasi. "Daripada cuma berhenti di laptop," katanya.

Arya menambahkan bahwa ajang ini memberikan arah dalam penyampaian ide cerita.