>>> Klasemen Piala Dunia 2026: Meksiko dan AS Pimpin Grup

Tim teknis ditugaskan melakukan verifikasi menyeluruh pada setiap jengkal jahitan, sambungan, serta ornamen kaligrafi untuk mengeliminasi kecacatan sekecil apa pun.

Ketika malam penggantian tiba, para petugas khusus mulai melepaskan hiasan lama dari dinding bangunan.

Selanjutnya, kain yang telah terpasang selama setahun penuh akan diturunkan secara bertahap oleh personel berpengalaman.

Proses pemasangan lembaran baru menuntut akurasi spasial yang sangat tinggi agar seluruh sisi Ka'bah menutup dengan simetris tanpa celah.

Petugas juga akan memasang bagian sabuk atas atau hizam, serta sitarah yang merupakan tirai pintu Ka'bah berhiaskan sulaman emas megah.

Refleksi Spiritual dan Persatuan Global

Pergantian kain penutup ini bermakna lebih dari sekadar pemeliharaan fisik sebuah bangunan bagi umat Islam.

Tradisi ini dipandang sebagai simbol pembaruan batin serta bentuk ketakwaan dalam menjaga syiar agama.

Dalam kitab Fiqh Sirah karya Syekh Muhammad Al-Ghazali, ditekankan bahwa menghormati syiar-syiar Allah merupakan cerminan dari ketakwaan hati.

Ka'bah tegak berdiri sebagai lambang persatuan kokoh yang mempertemukan perbedaan ras, bahasa, dan bangsa dari seluruh dunia.

Keistimewaan kedudukan bangunan suci ini juga termaktub dalam Al-Qur'an Surah Ali Imran ayat 96, yang menegaskan fungsinya sebagai rumah ibadah pertama untuk manusia.

Posisi sentral tersebut diulas pula oleh Syekh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri dalam Sirah Nabawiyah.

Saat fajar 1 Muharram 1448 H terbit di Makkah, Ka'bah akan tampil sepenuhnya dengan kiswah baru.

>>> Mengenal Tradisi Lebaran Ketupat 2026 dan Makna Filosofisnya

Bagi masyarakat Muslim, pembaruan selubung sutra ini merepresentasikan awal lembaran baru dalam perjalanan spiritual sekaligus pengingat keteguhan tradisi lintas generasi.