>>> Mayoritas Analis Beri Rekomendasi Buy untuk Saham ANTM

Oleh sebab itu, calon pembeli disarankan tidak hanya melihat kondisi mobil saat diam, tetapi juga melakukan tes jalan.

"Karena itu, saat melihat unit, lakukan tes jalan dan perhatikan temperatur mesin. Lihat suhu kerjanya berada di angka berapa," kata Hadi.

Ia menyarankan agar suhu mesin tetap berada dalam rentang normal.

"Saat dicoba, usahakan temperatur tidak lebih dari 90 derajat Celcius. Kalau sudah melewati angka tersebut, bisa menjadi indikasi ada masalah," ujarnya.

Di samping itu, pemeriksaan dasar seperti kebocoran oli dan suara mesin juga tidak boleh dilewatkan.

"Selain itu, periksa juga apakah ada kebocoran oli, dengarkan suara mesin, dan lakukan pemeriksaan umum seperti biasa," kata Hadi.

Meski ada beberapa titik yang perlu diperhatikan, Hadi menegaskan fokus utama saat membeli Peugeot 405 tetap berada pada kondisi head mesin dan riwayat perbaikannya.

"Namun yang paling jadi perhatian pada Peugeot 405 adalah kondisi head mesin. Banyak unit yang usianya sekarang sudah mengalami korosi di bagian tersebut," kata Hadi.

"Karena itu, tanyakan juga kepada pemilik apakah mesin pernah turun atau belum dan bagaimana riwayat perbaikannya," ujarnya.

Sebagai informasi, Peugeot 405 STI hadir dalam beberapa varian di Indonesia. Untuk mesin 1.900 cc kode L09 menggunakan material aluminium dan dipasarkan sekitar 1994.

Sementara varian kode L110 dengan mesin 2.000 cc dipasarkan pada periode 1995 sampai 1997.

>>> Mati Syiar di Malam 1 Muharram: Amalan Dzikir dan Doa Para Ulama

"Kalau yang paling banyak digunakan atau ditemui di pasar, umumnya varian mesin 2.000 cc," kata Hadi.