Kendala terbesar justru berada pada konsistensi produksi massal, kepemilikan sertifikasi industri, serta efisiensi biaya produksi.

Industri kendaraan listrik menuntut standar presisi tinggi dan tingkat cacat produksi (zero-defect) yang sulit dipenuhi apabila IKM masih menghadapi keterbatasan modal kerja, mesin produksi presisi, maupun biaya sertifikasi.

Oleh karena itu, dalam jangka pendek, peluang terbesar IKM berada pada komponen non inti kendaraan listrik.

Seperti rangka, bodi, jok, kabel, bracket, casing, hingga perangkat pendukung infrastruktur pengisian daya.

Sebaliknya, komponen strategis seperti sel baterai, battery management system (BMS), controller, dan motor listrik masih membutuhkan penguasaan teknologi, kapasitas riset, serta investasi besar.

Komponen-komponen tersebut masih didominasi produk impor.

"Secara realistis, peran IKM dalam jangka pendek berada pada lapisan kedua dan ketiga rantai pasok, bukan pada teknologi inti yang membutuhkan modal dan kapasitas riset tinggi," katanya.

Yusuf juga menilai program link and match yang mempertemukan IKM dengan industri kendaraan listrik merupakan langkah positif. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada tindak lanjut setelah forum bisnis berlangsung.

Dia berpendapat, kerja sama hanya akan terealisasi apabila tersedia kepastian volume pesanan, harga yang kompetitif, serta skema pembayaran yang memberikan kepastian bagi IKM untuk berinvestasi meningkatkan kapasitas produksi.

Yusuf menambahkan, pengalaman Jepang dan Korea Selatan menunjukkan pemasok lokal berkembang bukan semata karena dipertemukan dengan industri besar.

Melainkan karena memperoleh pendampingan teknologi serta jaminan permintaan dalam jangka panjang.

Untuk mempercepat pendalaman industri, Yusuf mendorong pemerintah menghubungkan kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) secara langsung dengan pengembangan IKM.

Peningkatan target TKDN hanya akan menghasilkan pendalaman industri apabila kandungan lokal benar-benar berasal dari pemasok dalam negeri, bukan sekadar aktivitas perakitan akhir.