Harga emas dunia memasuki fase krusial pada pekan ini. Setelah mencatat pelemahan selama dua pekan berturut-turut, para pelaku pasar kini menanti arah pergerakan logam mulia tersebut.

Harga emas ditutup menguat 0,1% menjadi US$ 4.219,32 per ons troi pada Jumat (12/6/2026).

>>> Tiga Hari Besar Diperingati pada 16 Juni 2026 dari Keagamaan hingga Sosial

Namun, emas mencatat pelemahan sekitar 2,54% sepanjang pekan lalu.

Dua Skenario Pergerakan Emas

Analis pasar Forex.

com Fawad Razaqzada menilai, harga emas saat ini berada di titik penentuan setelah berhasil bangkit dari level terendahnya pekan lalu.

Menurut dia, terdapat dua skenario utama yang berpotensi menentukan arah harga emas dalam beberapa hari ke depan.

Skenario pertama adalah penguatan harga emas.

Kondisi ini berpeluang terjadi apabila dolar AS melemah atau bank-bank sentral, terutama The Fed, memberikan sinyal yang lebih dovish dari perkiraan pasar.

“Selain itu, meningkatnya ketidakpastian geopolitik juga dapat kembali mendorong permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven,” ungkap Razaqzada dalam risetnya.

Dalam skenario tersebut, harga emas berpotensi menembus level resistensi US$ 4.235 per ons.

Jika berhasil melewati area itu, target kenaikan berikutnya berada di kisaran US$ 4.366 - 4.400 per ons troi.

"Apabila harga mampu menembus area tersebut, perhatian pasar akan tertuju pada level US$ 4.446 per ons troi yang merupakan area rata-rata pergerakan 200 hari," ujar Razaqzada.

>>> Innalillahi! Merangkai Kisah Indah Kembali Juara, Inilah Acara TV dan Rating Terbaik Hari ini 15 Juni 2026

Skenario kedua adalah pelemahan harga emas.

Risiko ini muncul apabila AS dan Iran berhasil mencapai kesepakatan yang meredakan ketegangan geopolitik dan menekan harga minyak dunia.