Harga emas batangan bersertifikat Antam produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali mengalami kenaikan pada Jumat, 22 Agustus 2025.

Berdasarkan data dari Logam Mulia, harga emas Antam ukuran satu gram naik Rp 2.000 menjadi Rp 1.916.000.

>>> AC Milan Makin Dekat dengan Ruben Amorim untuk Kursi Pelatih

Sehari sebelumnya, harga masih bertahan di level Rp 1.914.000.

Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback oleh Logam Mulia juga disesuaikan menjadi Rp 1.762.000 per gram.

Dalam sepekan terakhir, harga emas Antam mencatatkan kenaikan sebesar Rp 7.000 per gram. Pada 15 Agustus 2025, harga masih berada di posisi Rp 1.909.000.

PT Aneka Tambang Tbk menyediakan emas batangan dalam berbagai ukuran di Gerai Butik Emas Logam Mulia. Harga per gram bervariasi karena adanya biaya tambahan untuk proses pencetakan.

Ukuran kecil cenderung lebih mahal per gramnya.

Contohnya, di Butik Emas Logam Mulia Pulo Gadung, Jakarta, ukuran 0,5 gram dibanderol Rp 1.008.000, sedangkan pecahan 2 gram dan 5 gram masing-masing senilai Rp 3.772.000 dan Rp 9.355.000.

Daftar Harga Emas Antam 22 Agustus 2025

Berikut harga emas batangan Antam untuk berbagai ukuran pada 22 Agustus 2025 beserta perubahannya dari hari sebelumnya:

Ukuran 0,5 gram: Rp 1.008.000 (naik Rp 1.000). Ukuran 1 gram: Rp 1.916.000 (naik Rp 2.000).

>>> Jerman Bantai Curacao 7-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Ukuran 2 gram: Rp 3.772.000 (naik Rp 4.000). Ukuran 3 gram: Rp 5.633.000 (naik Rp 6.000).

Ukuran 5 gram: Rp 9.355.000 (naik Rp 10.000).

Ukuran 10 gram: Rp 18.655.000 (naik Rp 20.000). Ukuran 25 gram: Rp 46.512.000 (naik Rp 50.000).

Ukuran 50 gram: Rp 92.945.000 (naik Rp 100.000). Ukuran 100 gram: Rp 185.812.000 (naik Rp 200.000).

Ukuran 250 gram: Rp 464.265.000 (naik Rp 500.000). Ukuran 500 gram: Rp 928.320.000 (naik Rp 1.000.000).

Ukuran 1000 gram: Rp 1.856.600.000 (naik Rp 2.000.000).

Dalam sebulan terakhir, harga emas Antam ukuran 1 gram tercatat turun tipis dibandingkan posisi 22 Juli 2025 yang mencapai Rp 1.946.000.

>>> Piala Dunia 2026 Berpotensi Memicu Kebocoran Likuiditas di Indonesia

Artinya, terjadi penurunan sekitar 1,54 persen.