“Kesepakatan tersebut berpotensi meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko sehingga mengurangi kebutuhan terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai,” papar Razaqzada.

Di saat yang sama, data ekonomi AS yang masih solid juga dapat memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.

Kondisi tersebut berpotensi menopang dolar AS dan menekan harga emas.

Dalam skenario bearish, Razaqzada menyebut, level US$ 4.098 per ons troi menjadi area dukungan penting yang harus dipertahankan.

Jika level tersebut ditembus, harga emas berisiko melanjutkan penurunan menuju area psikologis US$ 4.000 per ons troi.

Katalis Pergerakan Pekan Ini

Pekan ini, perhatian investor akan tertuju pada keputusan suku bunga Bank of Japan (BoJ), The Fed, dan Bank of England (BoE).

Hasil pertemuan ketiga bank sentral tersebut diperkirakan menjadi katalis utama yang menentukan arah pergerakan emas dalam jangka pendek.

Menurut Razaqzada, selama belum mampu menembus sejumlah level resistensi penting, emas masih berada dalam fase konsolidasi.

>>> Sinopsis Prem Ratan Dhan Payo Film Salman Khan di Mega Bollywood Paling Yahud Hari ini 15 Juni 2026 di ANTV

“Karena itu, perkembangan geopolitik dan sinyal kebijakan moneter akan menjadi faktor yang paling menentukan pergerakan harga logam mulia sepanjang pekan ini,” tutupnya.