"Artinya, pemulihan pasar sejauh ini masih lebih banyak ditopang investor domestik dibanding kembalinya dana asing," jelas Liza Camelia Suryanata.

Kondisi pasar modal saat ini menunjukkan investor asing masih membukukan net sell hampir Rp 80 triliun meskipun IHSG telah kembali pulih ke kisaran level 6.000.

Belum kembalinya dana global tersebut disebabkan oleh premi risiko Indonesia yang dinilai masih berada di atas kondisi normal.

"Meski beberapa sentimen mulai membaik, pasar masih menunggu bukti bahwa risiko-risiko tersebut benar-benar mereda," imbuh Liza Camelia Suryanata.

Menurut analisisnya, para investor global masih menuntut premi risiko yang lebih tinggi karena kombinasi beberapa faktor seperti pelemahan rupiah, kekhawatiran kondisi fiskal, ketidakpastian kebijakan, serta isu tata kelola dan kredibilitas pasar modal.

>>> Lewis Hamilton Raih Kemenangan Perdana Bersama Ferrari di GP Catalunya

Namun, peluang perbaikan dinilai tetap terbuka jika stabilitas mata uang rupiah terus berlanjut dan risiko fiskal tetap terkendali dengan baik.