Bungkus Rokok di RI Akan Diseragamkan, Ini Tujuan Kemenkes
Ini merupakan salah satu strategi yang terbukti efektif dalam upaya pengendalian konsumsi tembakau," katanya.
Proses Penyusunan dan Masa Transisi
Kemenkes menegaskan bahwa penyusunan RPMK dilakukan secara transparan dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Sejak tahun 2024, pemerintah telah menyelenggarakan sejumlah forum konsultasi publik, rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta menerima berbagai masukan dari masyarakat, akademisi, organisasi profesi, pelaku usaha, hingga organisasi masyarakat sipil.
>>> PT Raharja Energi Cepu Tbk Tuntaskan Akuisisi 20 Persen Saham Madura Strait PSC
"Seluruh masukan yang disampaikan dalam proses penyusunan regulasi telah menjadi bahan pertimbangan pemerintah.
Namun pada prinsipnya, kebijakan kesehatan harus tetap mengutamakan perlindungan masyarakat, terutama anak-anak, dari risiko kecanduan dan dampak buruk konsumsi tembakau," lanjut dr. Andi.
Data menunjukkan bahwa prevalensi perokok anak di Indonesia masih menjadi tantangan serius.
Karena itu, pemerintah terus memperkuat berbagai kebijakan pengendalian produk tembakau sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi yang lebih sehat dan produktif.
Pemerintah juga memberikan masa penyesuaian yang memadai bagi pelaku usaha.
Sesuai ketentuan PP Nomor 28 Tahun 2024, masa transisi berlangsung selama dua tahun sejak peraturan tersebut diundangkan, yakni di sekitar Juli 2026.
Dalam rancangan RPMK yang sedang disusun, pemerintah juga mengatur masa penyesuaian tambahan paling lama 12 bulan untuk implementasi ketentuan pencantuman peringatan kesehatan dan informasi pada produk tembakau dan rokok elektronik.
"Perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, merupakan prioritas utama.
Kami ingin memastikan generasi mendatang tumbuh lebih sehat, terbebas dari ketergantungan nikotin, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik," tutup dr. Andi.
Pemerintah juga menegaskan bahwa kebijakan standardisasi kemasan bukanlah hal baru di tingkat global.
>>> Pengacara Perceraian Sarankan Menikah karena Uang, Bukan Cinta
Sejumlah negara telah lebih dahulu menerapkan kebijakan serupa, antara lain Australia, Kanada, Inggris, Prancis, Selandia Baru, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, dan Myanmar.
Update Terbaru
Ford Mustang Jadi Mobil Paling Jarang Dikendarai di AS, Tapi Hanya Jika Hitung Pemilik yang Menjual
Minggu / 14-06-2026, 23:58 WIB
Florentino Perez Serahkan Dokumen Kasus Negreira ke Presiden UEFA
Minggu / 14-06-2026, 23:52 WIB
Thomas Mueller Dorong Kai Havertz Jadi Striker Utama Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu / 14-06-2026, 23:44 WIB
Tornado Ancam Markas Timnas Inggris di Kansas City, Pemain Berlindung
Minggu / 14-06-2026, 23:44 WIB
Lewis Hamilton Raih Kemenangan Perdana Bersama Ferrari di GP Barcelona 2026
Minggu / 14-06-2026, 23:43 WIB
Pau Cubarsi Beri Tanggapan soal Rumor Barcelona Incar Julian Alvarez
Minggu / 14-06-2026, 23:43 WIB
Dua Pencuri Peralatan Timnas Inggris di Kansas City Ditangkap
Minggu / 14-06-2026, 23:43 WIB
Pengadilan Perintahkan Justin Baldoni Bayar Biaya Pengacara Blake Lively
Minggu / 14-06-2026, 23:33 WIB
Lewis Hamilton Cetak Sejarah Menang Bersama Ferrari di Barcelona
Minggu / 14-06-2026, 23:18 WIB
Persija Jakarta Resmi Perpanjang Kontrak Bek Brasil Paulo Ricardo
Minggu / 14-06-2026, 23:18 WIB
Prabowo Perintahkan Rosan Roeslani Buka Data Investasi ke Publik
Minggu / 14-06-2026, 23:13 WIB
Bigetron by Vitality Juara MPL ID S17 Usai Kalahkan Onic 4-1
Minggu / 14-06-2026, 23:01 WIB
Piala Dunia 2026 Dimulai, Format Baru Picu Potensi Rekor Dunia Runtuh
Minggu / 14-06-2026, 22:58 WIB
Michael Carrick Buka Peluang Pulangkan Marcus Rashford ke Manchester United
Minggu / 14-06-2026, 22:57 WIB






