>>> Kapan Malam 1 Suro 2026? Ini Tanggal dan Tradisi yang Masih Dilestarikan

Dari tujuh kamar mandi, hanya satu yang masih bisa digunakan. Sekarang kami masih mengungsi sementara di rumah mertua," jelas Anisa Rahma.

Proses perbaikan tempat tinggal mereka berjalan perlahan karena membutuhkan anggaran yang tidak sedikit untuk memulihkan seluruh kerusakan.

"Keadaan rumah memang masih belum banyak yang bisa dilakukan. Dari segi proyeknya masih membutuhkan biaya yang cukup besar.

Jadi kami bertahap memperbaiki ruangan yang masih bisa ditempati," kata Anandito Dwis.

Pekerjaan renovasi saat ini difokuskan pada area yang terdampak ringan, termasuk sebuah ruangan yang menyimpan ribuan kitab suci.

"Baru sekitar 20 persen. Ruangan yang tidak terlalu terdampak mulai diperbaiki.

Ada juga ruang Al-Quran yang berisi sekitar 3.500 Al-Quran yang masih bisa digunakan," ujar Anisa Rahma.

Demi menjaga kesehatan pernapasan anak-anak dari debu sisa kebakaran, pasangan ini memilih untuk menempatkan buah hati mereka di rumah nenek secara temporer.

"Kami lebih khawatir soal kesehatan pernapasan anak-anak. Jadi mereka sementara tinggal di rumah mama saya," kata Anandito Dwis.

Anisa Rahma menambahkan bahwa komunikasi terus dilakukan bersama sang suami untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai situasi hunian mereka saat ini.

"Kami jelaskan kalau rumah sedang diperbaiki.

>>> Badan Gizi Nasional Bantah Isu Pembagian Keuntungan Program MBG

Anak-anak juga diajak berdoa supaya nanti bisa punya rumah yang bagus lagi dan semuanya kembali seperti semula," pungkas Anisa Rahma.