Otot inti yang mencakup perut, pinggul, punggung, dan dada menjadi fondasi utama dalam menjaga postur tegak dan keseimbangan tubuh.

Kekuatan di zona ini sangat dipengaruhi oleh konsistensi latihan.

>>> Onic dan BTR Berebut Juara MPL ID Season 17, Hadiah Rp 5 Miliar

Dua gerakan yang sering diandalkan untuk mengencangkan perut adalah crunch dan plank. Namun, efektivitas dan keamanan keduanya memiliki perbedaan signifikan.

Keunggulan Plank untuk Otot Inti

Latihan plank menyasar seluruh area otot inti tubuh dengan fokus utama pada perut.

"Plank melatih seluruh otot inti, dengan penekanan khusus pada perutmu," ungkap pelatih di WeStrive App, Phil Catudal.

Gerakan ini diawali dengan posisi telungkup di lantai, bertumpu pada pergelangan tangan atau lengan bawah serta ujung jari kaki.

Postur tersebut menyerupai posisi awal push-up, tetapi lengan hanya menjaga stabilitas tanpa menekuk.

Sebagai olahraga isometrik, posisi ini mempertahankan kontraksi pada kelompok otot tertentu, termasuk otot obliques, bokong, dan bahu.

"Kontraksi isometrik mengaktifkan otot-otot inti di sisi depan dan belakang tubuh hampir secara merata," jelas pemilik Mind Body Burn, Hailey Andrew.

Durasi yang disarankan untuk menahan posisi statis ini adalah 10 hingga 30 detik. Latihan ini berkontribusi besar dalam memperbaiki struktur tulang belakang agar tegak sempurna.

"Ketika kamu melakukan plank dengan benar, kamu melibatkan dan mengencangkan perut, punggung bawah, dan bokongmu," menurut Catudal.

>>> BTS Bagikan Hadiah Rp62 Miliar untuk 110 Ribu ARMY di Konser Busan

Kestabilan tubuh yang diperoleh juga mempermudah eksekusi variasi olahraga lain yang lebih berat.

Perbedaan dengan Crunch

Crunch merupakan versi lebih ringkas dari sit-up, dilakukan dengan menekuk otot perut bagian atas ke arah bawah.