"Only God can do something for us," tutur Fredo Ozil.

Bagi mereka, mendapatkan satu poin melalui hasil imbang atau meraih kemenangan dalam laga fase grup akan menjadi pencapaian tertinggi.

"It would be the maximum," ucap Fredo Ozil.

Terlepas dari kekalahan di laga perdana, atmosfer kegembiraan tetap dirasakan oleh seluruh pendukung yang hadir di stadion.

>>> Skotlandia Kalahkan Haiti 1-0 di Laga Perdana Grup C Piala Dunia 2026

"That’s the best we can get. No matter what happens, it’s going to be a fun day," kata Fredo Ozil.

Tantangan Pelatih dan Semangat Pemain Haiti

Di sisi lain, tantangan berat dialami oleh pelatih Prancis, Sebastien Migne, yang harus meramu tim yang sebagian besar pemainnya lahir di luar negeri dari 25 klub berbeda di 15 negara.

"We have many players who have never been in Haiti, so before the game starts, sometimes I used to share with them the reality of the country, the responsibility we have on our shoulders," kata Duckens Nazon, penyerang Haiti.

Skuad Haiti berkomitmen untuk membawa misi sejarah sebagai negara kulit hitam merdeka pertama di dunia dalam setiap pertandingan yang mereka jalani.

"When we put the shirt on, it's more than a normal game. We are the first independent black nation in the world.

We have a lot of history. We have to assume this role," ucap Duckens Nazon.

Inspirasi perdamaian juga digaungkan lewat kehadiran Woodensky Pierre, satu-satunya pemain domestik dari kawasan berbahaya Cite Soleil yang dipanggil pelatih hanya berdasarkan video daring.

"This is what we try to share with the new generation," tutur Duckens Nazon.