"In difficult moments, we have a president who has been attacking the Haitian community during (President Donald) Trump 1.0 and now 2.0, where temporary protected status is under attack, a legal status for so many of our Haitian residents," kata Ruthzee Louijeune.

Pihak diaspora menganggap keberhasilan tim nasional menembus putaran final merupakan bukti ketangguhan bangsa mereka yang sedang dilanda krisis kemanusiaan serta konflik geng bersenjata.

"So we are under a lot of pressure, a lot of stress, a lot of heartache.

But one thing that, you know, Haitian Flag Day and the Haitian story is important to remember is ...

Haiti has always punched above its weight.

Even these moments of extreme, extreme difficulty, we believe that a better Haiti is possible because of what our ancestors have shown us," tutur Ruthzee Louijeune.

Bagi warga diaspora yang menetap di Massachusetts, kehadiran Les Grenadiers di turnamen akbar ini menjadi salah satu impian terbesar yang menjadi kenyataan.

"That was a dream come true," kata Serge Duffaut, warga diaspora Haiti di Boston.

Ekspresi kebahagiaan luar biasa juga disampaikan oleh warga diaspora lainnya yang menganggap momen pertandingan ini sebagai hari perayaan yang sangat menyenangkan.

"I can’t even tell, I can’t even express myself," ucap Fredo Ozil, warga diaspora Haiti di Avon.

Ketidakpastian politik di Amerika Serikat tidak mengurangi antusiasme para pendukung untuk melihat tim kesayangan mereka berkompetisi di panggung dunia.

"It’s always the same. Nothing changes for Haitian people.

It is what it is," kata Fredo Ozil.

Para penggemar tetap optimistis dan berserah penuh terlepas dari apa pun hasil akhir yang didapatkan oleh tim nasional dalam turnamen ini.