>>> Arsenal Incar Ander Barrenetxea untuk Perkuat Sektor Sayap

"Pemerintah Ghana menegaskan kembali prinsip hukum dasar asas praduga tak bersalah, yang merupakan landasan keadilan dan proses hukum yang adil dalam masyarakat demokratis.

Meskipun menghormati hak kedaulatan Kanada untuk menegakkan undang-undang imigrasinya, Ghana berpendapat bahwa mengandalkan tuduhan yang belum terbukti tanpa adanya putusan pengadilan menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai keadilan dan proporsionalitas," kata Kementerian Luar Negeri negara tersebut dalam sebuah pernyataan.

Otoritas Ghana kini terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak perwakilan Kanada demi mencari jalan keluar atas pencekalan ini.

"'Oleh karena itu, Ghana sedang melakukan upaya diplomatik aktif dengan otoritas Kanada yang berwenang terkait masalah ini," tegas Kemenlu Ghana.

Kasus hukum yang menimpa pemain berusia 33 tahun itu berawal ketika ia masih berseragam Arsenal, di mana ia didakwa atas delapan kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual yang penyelidikannya baru berjalan setelah ia hengkang tahun lalu.

Proses persidangan mantan pemain The Gunners tersebut saat ini mengalami penundaan jadwal dan baru akan dilanjutkan kembali pada Januari 2027.

>>> Bank Sentral China Borong Emas Saat Pasar Shanghai Lesu

Akibat dari larangan masuk ke Kanada ini, Thomas Partey dipastikan absen di laga perdana dan hanya bisa memperkuat tim nasional Ghana pada pertandingan kedua serta ketiga Grup L melawan Inggris dan Kroasia yang berlangsung di Massachusetts dan Philadelphia, Amerika Serikat.