Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali membebaskan biaya pendidikan bagi peserta didik SMA, SMK, dan SLB Negeri di wilayahnya untuk tahun ajaran 2026/2027.

Kebijakan ini bertujuan meningkatkan pemerataan akses pendidikan menengah serta menekan angka putus sekolah akibat faktor ekonomi.

>>> Institut Perbanas dan Ubaya Juara Campus League Basketball Season 1 2026

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, memastikan seluruh satuan pendidikan negeri di bawah kewenangan provinsi wajib mematuhi aturan tersebut.

"Seluruh SMA Negeri, SMK Negeri, dan SLB Negeri di Jawa Tengah menerapkan kebijakan tanpa pungutan kepada siswa maupun orang tua siswa," kata Sadimin.

Daya tampung yang disiapkan mencapai 231.724 kursi, setara dengan 40,83 persen dari total lulusan SMP dan sederajat di provinsi tersebut.

Fasilitas gratis yang diterima siswa mencakup iuran wajib, paket buku pelajaran kurikulum, serta pemanfaatan laboratorium dan perpustakaan.

Pembiayaan untuk kegiatan organisasi siswa, ekstrakurikuler tertentu, serta agenda olahraga dan seni juga ditanggung pemerintah.

Perluasan ke Sekolah Swasta dan Program Boarding

Pemerintah daerah memperluas cakupan program ke sekolah swasta lewat Program Sekolah Kemitraan yang menyasar keluarga berpenghasilan rendah pada kategori Desil 1 hingga Desil 4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

>>> Jeremy Strong Gantikan Jesse Eisenberg sebagai Mark Zuckerberg di Film The Social Reckoning

Bantuan pendanaan sebesar Rp 2 juta per siswa per tahun dialokasikan untuk program kemitraan ini.

Terdapat 56 SMA swasta dan 83 SMK swasta yang menjadi sekolah kemitraan, dengan total daya tampung 5.004 kursi.

Sistem penyaringan calon siswa dilakukan serentak bersama Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) negeri melalui jalur afirmasi.

Fasilitas asrama penuh juga disediakan secara gratis melalui program SMK Boarding School di tiga lokasi: SMKN Jawa Tengah Semarang (120 siswa), SMKN Jawa Tengah Pati (72 siswa), dan SMKN Jawa Tengah Purbalingga (96 siswa).

Total daya tampung boarding school berjumlah 288 kursi.

Selain itu, program semi boarding school disediakan di 15 kabupaten, antara lain Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Klaten, Wonogiri, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Demak, Pemalang, dan Brebes.

>>> Maroko Ungguli Brasil 1-0 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Daya tampung semi boarding school ditetapkan sebanyak 471 kursi.