Hal ini terutama menjelang tinjauan peringkat kredit sovereign Indonesia oleh S&P yang diperkirakan berlangsung pada Juni atau Juli 2026.

Di sisi lain, potensi katalis positif masih terbuka dari kemungkinan pemangkasan belanja pemerintah lebih lanjut. Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas fiskal.

CGS International juga merevisi daftar saham pilihan utamanya. Saham yang kini masuk antara lain BBCA, BBNI, BMRI, ASII, KLBF, WIIM, dan MAPA.

Sementara itu, sejumlah saham dikeluarkan dari daftar, termasuk MEDC yang terdampak penurunan harga minyak. EXCL dan CMRY juga dikeluarkan sejalan dengan pelemahan IHSG.

Sektor agribisnis seperti DSNG dan TAPG tertekan kebijakan ekspor terpusat. Saham emas ARCI juga terkoreksi tajam, sementara saham rokok HMSP dan GGRM ikut melemah.

>>> Sony Tambah Varian Warna Sandstone untuk Headphone WH-1000XM6

Rotasi ini mencerminkan perubahan preferensi ke saham dengan fundamental kuat dan valuasi yang sudah terkoreksi dalam.