Di tengah proyeksi perubahan kebijakan royalti di masa mendatang, pelaku pasar cenderung memprioritaskan emiten yang memiliki profil risiko paling aman.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi salah satu perusahaan yang dinilai paling tangguh menghadapi dinamika regulasi tersebut.

"ANTM menjadi pilihan utama karena lebih terlindungi dari risiko perubahan royalti," kata Hasan.

Struktur pendapatan ANTM didominasi oleh perdagangan emas domestik sebesar lebih dari 50% yang bebas dari beban royalti maupun ketergantungan pasar ekspor.

Perusahaan ini juga tercatat hanya mengalokasikan sekitar 2% pendapatannya dari aktivitas ekspor, sehingga risiko eksternal global menjadi sangat minim.

Maybank Sekuritas Indonesia memproyeksikan ANTM berpeluang mendapatkan tambahan kuota RKAB pada semester II tahun 2026 untuk mendongkrak volume penjualan.

>>> Sertifikasi RSPO Perkuat Posisi Tawar Petani Sawit Swadaya

Terkait rekomendasi saham nikel, Hasan menyematkan rekomendasi buy untuk ANTM dengan target Rp 4.700, buy untuk MDKA dengan target Rp 3.800, buy untuk INCO dengan target Rp 8.000, serta rekomendasi hold untuk BRMS di target harga Rp 950 per saham.