BYD, raksasa otomotif asal China, menetapkan target ambisius untuk menjadi produsen mobil terbesar di dunia dalam lima tahun ke depan.

Target ini diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025.

>>> Korlantas Polri Setarakan Golongan SIM Kendaraan Listrik dengan Motor Bensin

Pertumbuhan BYD di pasar global dinilai sangat masif. Produknya unggul berkat kombinasi harga kompetitif, teknologi canggih, dan pengalaman pengguna yang lebih baik dibanding pesaing lokal.

Optimisme ini membuat BYD yakin mampu melampaui target penjualan luar negeri sebesar 1,6 juta unit tahun ini.

Namun, Chairman dan Presiden BYD Wang Chuanfu menegaskan perusahaan tidak ingin terburu-buru dan tetap fokus pada strategi jangka panjang.

BYD kini menerapkan strategi lokalisasi di berbagai negara untuk memastikan pertumbuhan stabil dan berkelanjutan. Langkah ini diambil demi menciptakan keuntungan bersama di pasar internasional.

Selain volume penjualan, BYD juga bersiap memimpin sektor otomotif di era kecerdasan buatan. Wang Chuanfu menyebut kendaraan modern sebagai bentuk nyata dari kecerdasan yang terwujud.

"Saat ini sudah ada 3,15 juta kendaraan BYD yang dilengkapi teknologi pengemudian cerdas beroperasi di seluruh dunia.

Dari jumlah tersebut, kami mengumpulkan data dengan kecepatan 200 juta kilometer per hari," ujar Wang Chuanfu.

Kumpulan data besar ini menjadi modal utama BYD dalam mengembangkan kemampuan berkendara otonom tingkat lanjut.

Teknologi otonom Level 3 (L3) dan Level 4 (L4) diprediksi akan diadopsi lebih cepat dari perkiraan.

>>> Pakar Ingatkan Pengemudi Truk Terapkan Etika Berkendara demi Keselamatan

Perusahaan menyatakan telah siap 100 persen, mulai dari kesiapan cip, algoritma, hingga ekosistem data.

BYD juga telah mendirikan pusat pelatihan di Eropa, Amerika Selatan, Asia Tenggara, dan Timur Tengah.