Dana Kelolaan Reksa Dana Dolar AS Melonjak Hampir Dua Kali Lipat
Meski positif, perpindahan portofolio ke reksa dana dolar belum masif karena keterbatasan akses.
Beberapa produk seperti global sharia fund menetapkan minimum investasi US$10.000, sehingga hanya terjangkau investor menengah ke atas.
>>> Jadwal Indonesia vs Kamboja di Piala AFF U-19 2026: Perebutan Tempat Ketiga
Wawan menyebut daya tarik utama instrumen ini adalah tren penguatan dolar AS jangka panjang. Namun, risiko nilai tukar tetap harus diwaspadai, terutama jika rupiah kembali menguat.
Untuk prospek ke depan, reksa dana pasar uang dolar dinilai paling defensif dengan imbal hasil 2-3%.
Reksa dana pendapatan tetap dolar masih menghadapi tekanan suku bunga global, namun berpeluang positif akhir tahun.
Performa reksa dana global akan bergantung pada dinamika pasar saham internasional, terutama sektor teknologi, AI, dan semikonduktor.
Direktur Investment Simpan Asset Management Armand Marthias menilai pelemahan rupiah jangka panjang meningkatkan daya tarik instrumen dolar.
Berdasarkan data historis, rata-rata pelemahan rupiah terhadap dolar AS sejak 2011 sebesar 4% per tahun.
Simpan Asset Management menerapkan strategi portofolio seimbang dengan 50% Indon Bonds dan 50% corporate bonds.
Mereka memproyeksikan imbal hasil obligasi pemerintah dolar bisa naik ke 4-4,5% per tahun.
Investment Analyst Succor Asset Management Lolita menambahkan, koreksi rupiah tidak serta-merta memicu lonjakan dana ke semua reksa dana dolar.
Investor cenderung cermat memantau risiko global sebelum menambah eksposur.
Ia menekankan investasi dolar tetap krusial untuk diversifikasi jangka panjang, terutama bagi yang mengincar pasar saham AS.
Saat ini perhatian investor tertuju pada transisi kepemimpinan bank sentral AS, keputusan MSCI, stabilitas fiskal, dan arus dana asing.
Succor Asset Management menerapkan pengelolaan aktif dan menjaga likuiditas.
>>> Kejagung Ungkap Dugaan Rekayasa Pengadaan Motor Listrik Makan Bergizi Gratis
Lolita merekomendasikan metode dollar cost averaging mengingat pelemahan rupiah sudah dalam dan S&P500 di level tertinggi baru.
Update Terbaru
Timnas AS Hajar Paraguay 4-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 16:53 WIB
Kejagung Selidiki Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit Libatkan Grup Salim
Sabtu / 13-06-2026, 16:52 WIB
Sabar/Reza Lolos ke Final Australian Open 2026 Usai Kalahkan Wakil Chinese Taipei
Sabtu / 13-06-2026, 16:52 WIB
Dinas Pendidikan Depok Buka SPMB SD 2026, Ini Jadwal dan Jalurnya
Sabtu / 13-06-2026, 16:52 WIB
Timnas Indonesia U-19 vs Kamboja Perebutkan Tempat Ketiga Piala AFF
Sabtu / 13-06-2026, 16:48 WIB
Messi Incar Dua Rekor Klose di Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 16:48 WIB
Beralih ke Baterai Pribadi Motor Listrik Butuh Penyesuaian Komponen
Sabtu / 13-06-2026, 16:47 WIB
Beralih ke Baterai Motor Listrik Pribadi Butuh Penyesuaian Komponen Elektronik
Sabtu / 13-06-2026, 16:45 WIB
Azka Alfi dan Ayu Lidya Prediksi Spanyol serta Jerman Juara Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 16:45 WIB
Ousmane Dembele Jagokan Argentina Juara Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 16:44 WIB
Timnas Indonesia U-19 Hadapi Kamboja di Perebutan Tempat Ketiga Piala AFF
Sabtu / 13-06-2026, 16:44 WIB
100 Nama Bayi Perempuan Modern Islami dan Artinya, Penuh Doa dan Harapan
Sabtu / 13-06-2026, 16:43 WIB
Ousmane Dembele Bela Kylian Mbappe dari Kritik Publik Spanyol
Sabtu / 13-06-2026, 16:43 WIB
Timnas AS Hajar Paraguay 4-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 16:41 WIB






