"Tampangnya keren, maksudnya kayak 405 kan retro banget tuh, mobilnya timeless gitu kan.

Dimodifikasi juga bagus gitu kan, terus kayak apa namanya, 406 gitu kan, 306 seperti-seperti itu," katanya.

Aspek finansial pada akhirnya menjadi penentu utama bagi konsumen muda yang ingin merasakan sensasi berkendara dengan mobil Eropa tanpa beban biaya tinggi.

"Jadi ya intinya sih mungkin karena, karena harganya enggak terlalu tinggi kan jadinya. Jadi mereka masih mampu untuk pakai kan, beli gitu," katanya.

Selain faktor harga, perkembangan komunitas dan penyebaran konten di media sosial turut andil dalam mengenalkan karakteristik Peugeot kepada generasi baru.

"Mungkin awalnya tuh dari itu, dari komunitas-komunitas yang 90’s kayak gitu-gitu deh," ujar Hatar.

Kombinasi nilai estetika, identitas, dan harga yang bersahabat membuat segmen kendaraan retro ini menjadi pilihan utama kelompok pemuda.

>>> Honda HR-V Tetap Terlaris Meski Dikepung Rival SUV Kompak

"Jadi mereka, anak-anak muda sekarang pengen pakai mobil retro, terus mobil retronya juga yang Eropa, yang enggak mahal-mahal gitu kan, ya jatuhnya ke Peugeot kayak gitu," katanya.