Pemain Timnas Ghana, Thomas Partey, dipastikan absen pada pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 setelah otoritas Kanada menolak permohonan visanya, Sabtu (13/6/2026).

Penolakan visa tersebut dikeluarkan pemerintah Kanada terkait proses hukum yang menjerat gelandang berusia 32 tahun itu di London atas dugaan kasus pemerkosaan.

>>> Rolex Naikkan Harga Jam Tangan Emas 5 Persen per Juni 2026

Akibat masalah administrasi ini, mantan pemain Atletico Madrid itu tertahan di pemusatan latihan Ghana di Smithfield, dekat Boston, Amerika Serikat, dan tidak bisa terbang ke Toronto untuk menghadapi Panama.

Pernyataan FIFA dan Pemerintah Kanada

FIFA telah mengeluarkan pernyataan tertulis untuk memastikan status pemain Arsenal tersebut di turnamen.

"Permohonan visanya telah ditolak oleh pemerintah Kanada," ungkap FIFA seperti dikutip dari The Independent.

FIFA menambahkan bahwa urusan legalitas masuk ke negara penyelenggara merupakan hak penuh pemerintah setempat.

"FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk penentuan visa."

Badan regulasi sepak bola global itu juga menegaskan bahwa mereka menghormati kedaulatan hukum dan aturan perbatasan yang berlaku di negara penyelenggara.

"Seperti pada acara FIFA sebelumnya, pemerintah tuan rumah pada akhirnya menentukan siapa yang menerima visa dan diizinkan masuk ke negara tersebut," lanjutnya.

Perwakilan Departemen Imigrasi, Pengungsi, dan Kewarganegaraan Kanada memaparkan landasan hukum mereka dalam menjaga wilayah perbatasan.

"Kanada bangga menjadi negara tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026 dan sedang berupaya memfasilitasi acara yang sukses sambil menjaga keselamatan dan keamanan warga Kanada."

Pihak imigrasi Kanada menambahkan bahwa status sebagai tuan rumah kompetisi olahraga internasional tidak membuat hukum domestik menjadi longgar.

"Kanada secara konsisten menyatakan bahwa penyelenggaraan acara-acara besar tidak mengubah undang-undang imigrasi Kanada."