Kronologi Muzakki Ramdhan Jadi Korban Dugaan Kekerasan di Toilet Mal Aktor remaja Muzakki Ramdhan mengaku menjadi korban dugaan kekerasan yang dilakukan seorang pria tak dikenal di area toilet sebuah pusat perbelanjaan. Peristiwa itu terjadi setelah dirinya mengalami mual usai mencoba wahana roller coaster.

 

Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Muzakki menceritakan bahwa saat kejadian ia sedang berada di arena bermain. Kondisinya yang tidak nyaman membuatnya bergegas menuju toilet untuk muntah.

"Kondisinya aku lagi mual dan memang pengen muntah karena habis naik roller coaster," tulis Muzakki.

Karena terburu-buru masuk ke bilik toilet, pintu yang ia tutup disebut berbunyi cukup keras. Menurut pengakuannya, hal itu terjadi tanpa disengaja.

"Buru-buru aku lari ke bilik kamar mandi, karena buru-buru aku ngga sengaja nutup pintu toiletnya kekencengan," katanya.

Tak lama setelah keluar dari toilet, Muzakki menyadari ada seorang pria bertubuh lebih besar yang mengikuti langkahnya. Situasi kemudian memanas di lorong dekat area toilet.

"Ternyata ada seorang bapak-bapak yang tubuhnya lebih besar dari aku ngikutin aku jalan keluar," lanjutnya.

Muzakki mengaku pria tersebut langsung menarik dan memarahinya. Ia dituduh sengaja menendang pintu toilet meski sudah berusaha menjelaskan kronologi yang sebenarnya serta berulang kali meminta maaf.

>>> Pencuri Bobol Kendaraan Perlengkapan Timnas Inggris di Kansas City

Menurut keterangan sang aktor, permintaan maaf itu tidak menghentikan amarah pria tersebut. Ia mengaku sempat mengalami kontak fisik yang membuat dirinya terpental.

"Sudah minta maaf beberapa kali, bapak itu dorong mukaku kenceng dengan telapak tangan terbuka. Sampai aku terdorong dan kepalaku mengenai dinding," ujarnya.

Akibat insiden tersebut, Muzakki mengalami luka pada bagian bibir hingga mengeluarkan darah. Selain cedera fisik, ia juga mengaku mengalami syok dan ketakutan sesaat setelah kejadian berlangsung.

"Bibir aku berdarah. Aku shock. Badanku nggak bisa gerak karena aku ketakutan," ucapnya.

Rasa takut yang dialaminya membuat remaja berusia 16 tahun itu sampai berlutut dan kembali meminta maaf dengan harapan situasi tidak semakin memburuk.

Muzakki menilai peristiwa itu berawal dari kesalahpahaman yang seharusnya tidak berujung pada tindakan kekerasan.

"Semuanya cuma kesalah pahaman. Nggak seharusnya aku jadi korban kaya gini," tutupnya.