Barcelona resmi mengambil langkah hukum dengan mengajukan permohonan mediasi sebagai peringatan keras sebelum melaporkan Presiden Real Madrid Florentino Perez ke polisi.

Langkah ini diambil setelah Perez dalam konferensi pers dan wawancara media pada Mei lalu menuduh Barcelona terlibat dalam skandal suap wasit.

>>> Alumni LPDP Bagikan Tips Hadapi Wawancara Beasiswa: Jujur Kunci Utama

Melalui rilis di situs resmi klub, manajemen Barcelona menegaskan posisi hukum mereka untuk memulihkan nama baik institusi dari pernyataan yang dinilai tidak berdasar.

"Barça menginformasikan bahwa hari ini telah diajukan permohonan mediasi sebagai langkah awal sebelum mengajukan laporan pidana atas tindak pidana pencemaran nama baik terhadap Presiden Real Madrid, Bapak Florentino Pérez," tulis Barcelona.

Pihak klub menjelaskan tujuan utama gugatan ini adalah menjaga integritas dan citra Barcelona di mata publik.

"Tujuan dari gugatan ini adalah agar Bapak Pérez menarik kembali pernyataan-pernyataan tertentu yang ia sampaikan dengan mengetahui bahwa pernyataan tersebut tidak benar dan bersifat fitnah serta merendahkan citra dan reputasi Klub," lanjut pernyataan tersebut.

>>> Insira Memorial Park Operasikan Klaster Pertama Makam Muslim di Jabodetabek

Apabila upaya mediasi awal tidak membuahkan hasil, Barcelona memastikan akan membawa kasus ini ke ranah hukum pidana.

Perseteruan ini memuncak setelah Perez melontarkan tuduhan bahwa Barcelona menyuap mantan Wakil Presiden Komite Teknis Wasit Spanyol, Jose Maria Enriquez Negreira, senilai jutaan Euro sepanjang 2001 hingga 2018.

Pernyataan tersebut muncul setelah Real Madrid kalah 0-2 dari Barcelona pada laga El Clasico, Senin (11/5/2026) dini hari.

"Mereka (Barcelona) telah melakukan pembayaran selama dua dekade, dan kini di dekade ketiga ini wasitnya masih sama," kata Florentino Perez.

>>> Penjualan Street Fighter 6 Tembus 7 Juta Kopi Global

Setelah terpilih kembali menjadi presiden Madrid, Perez merealisasikan janjinya dengan mengirimkan berkas komplain setebal 500 halaman ke UEFA dan menuntut pencopotan gelar juara Barcelona pada periode tersebut.